Antisipasi Bonus Demografi, DP2KB Kukar Dorong Program Ramah Lansia

Sosialisasi program Ramah Lansia yang di gelar oleh DP2KB Kukar. (Foto: Asu/Redaksi)

KUTAI KARTANEGARA – Selain fokus pada penanganan stunting, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kutai Kartanegara (Kukar) juga mulai memperkuat perhatian terhadap kelompok lanjut usia (lansia). Hal ini seiring dengan meningkatnya angka harapan hidup yang berdampak pada bertambahnya jumlah lansia di masyarakat.

Plt. Kepala DP2KB Kukar, Dafip Haryanto menegaskan, Program Ramah Lansia menjadi salah satu agenda strategis untuk memastikan kelompok lansia tetap aktif, sehat, dan produktif.

“Bonus demografi saat ini memang memberi banyak keuntungan karena usia produktif mendominasi. Namun kita juga harus menyiapkan strategi jangka panjang agar lansia tidak menjadi beban keluarga maupun negara,” jelas Dafip, Senin (19/5/2025).

Menurutnya, lansia harus diberikan ruang untuk tetap berdaya guna di tengah masyarakat. DP2KB Kukar mendorong kegiatan sosial, pelatihan, hingga program pemberdayaan ekonomi sederhana agar lansia bisa mandiri.

“Prinsipnya, lansia tidak sekadar menerima bantuan, tapi bisa tetap aktif. Misalnya dengan kegiatan komunitas, pengembangan usaha kecil, atau keterlibatan dalam kegiatan sosial di kampung-kampung,” imbuhnya.

Dafip menambahkan, program ini juga penting untuk menjaga kesehatan mental lansia. Interaksi sosial dan aktivitas produktif diyakini mampu menekan risiko depresi maupun penyakit degeneratif yang kerap muncul pada kelompok usia lanjut.

“Lansia perlu difasilitasi agar tetap merasa dihargai. Ketika mereka sehat secara fisik dan mental, otomatis juga tidak menjadi beban keluarga,” terangnya.

Selain itu, DP2KB Kukar menilai sinergi lintas sektor sangat dibutuhkan. Peran pemerintah desa, kader kesehatan, hingga komunitas lokal akan menjadi kunci dalam menjalankan program Ramah Lansia di tingkat akar rumput.

“Kalau sejak sekarang kita siapkan, maka transisi demografi ini bisa menjadi peluang. Lansia bukan beban, melainkan bagian dari aset sosial yang bisa ikut berkontribusi,” tegasnya. (Asu/ADV Diskominfo Kukar)

Exit mobile version