Di Balik Tumpukan Rokok dan Miras Ilegal: Komitmen Bea Cukai Samarinda Jaga Masa Depan Generasi Muda

Tumpukan rokok ilegal dimusnahkan dengan cara dibakar. (Foto: Sam/redaksi)

SAMARINDA – Asap mengepul dari tumpukan rokok dan botol minuman keras yang dibakar. Bukan karena kebakaran, tapi inilah cara Bea Cukai Samarinda memastikan bahwa barang-barang ilegal senilai lebih dari Rp1,8 miliar itu tak lagi mengancam masyarakat.

Lebih dari satu juta batang rokok ilegal dan ratusan ribu liter minuman beralkohol tanpa izin resmi dimusnahkan—bukti nyata bahwa perang melawan peredaran barang kena cukai ilegal di Kalimantan Timur masih terus berlangsung.

“Ini bukan sekadar soal pajak atau aturan. Ini tentang melindungi masyarakat, terutama anak-anak muda, dari dampak barang-barang ilegal yang semakin marak,” ujar Tribuana
Wetangterah Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Samarinda. Kamis (8/8).

Barang-barang yang dimusnahkan merupakan hasil penindakan Bea Cukai selama hampir satu tahun, dari Maret 2024 hingga Januari 2025. Operasi ini dilakukan melalui patroli darat dan laut yang menyasar jalur-jalur distribusi ilegal di wilayah Kalimantan Timur.

Tak hanya soal barang, upaya ini juga menunjukkan bagaimana kolaborasi antarinstansi dan masyarakat bisa menciptakan perubahan nyata. TNI, Polri, Kejaksaan, serta warga yang melaporkan aktivitas mencurigakan—semuanya terlibat dalam pengungkapan kasus-kasus ini.

Hingga pertengahan 2025 saja, tercatat sudah ada 199 kasus penindakan, termasuk 6 kasus narkotika, dengan potensi kerugian negara hampir Rp1 miliar. Salah satu kasus bahkan telah naik ke tahap penyidikan dan disidangkan di Pengadilan Negeri Samarinda.

Bagi Bea Cukai, pemusnahan ini bukan sekadar prosedur. Ini adalah bentuk tanggung jawab kepada publik. Barang-barang yang dimusnahkan bukan hanya ilegal, tapi juga berpotensi merusak masa depan—baik dari sisi kesehatan, ekonomi, maupun sosial.

“Ketika kami musnahkan rokok dan miras ilegal, kami sedang menyelamatkan satu kemungkinan anak tidak jatuh dalam jerat kecanduan atau kejahatan,” ucapnya lagi.

Bea Cukai Samarinda percaya, keberhasilan melawan peredaran barang ilegal bukan hanya soal operasi, tapi juga tentang kesadaran bersama. Dan hari itu, di bawah langit Samarinda, mereka kembali membuktikan bahwa tugas menjaga negeri tak pernah berhenti. (Sam/red)

Exit mobile version