Dokter Spesialis Anak Bakal Turun ke Desa, Dinkes Kukar Sesuaikan dengan Kondisi Lapangan

Kusnandar Plt Kadinkes Kukar. (Foto: Asu/Redaksi)

KUTAI KARTANEGARA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menyiapkan strategi tambahan dalam program Dokter ke Desa. Tidak hanya fokus pada ibu hamil, pemerintah juga berencana menurunkan dokter spesialis anak ke desa-desa yang memiliki angka stunting tinggi.

Plt Kepala Dinkes Kukar, Kusnandar, mengatakan langkah ini dilakukan agar program benar-benar menyentuh persoalan kesehatan masyarakat secara spesifik.

“Itu tergantung dari kondisi masing-masing wilayah. Misalnya, kalau di daerah tersebut banyak kasus stunting, maka kita pertimbangkan untuk menurunkan dokter spesialis anak,” ujarnya, Selasa (15/4/2025).

Menurut Kusnandar, pemetaan kondisi kesehatan di desa menjadi acuan utama dalam menentukan penempatan tenaga medis. Ia menegaskan bahwa setiap daerah memiliki karakteristik berbeda, sehingga strategi intervensinya juga harus menyesuaikan.

Ia mencontohkan, kasus gizi kurang atau gizi buruk belum tentu langsung membutuhkan intervensi dokter spesialis anak. Oleh karena itu, analisis data dan survei lapangan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan.

“Jangan sampai kita mengirim dokter spesialis ke daerah yang sebenarnya tidak membutuhkan keahlian itu. Harus tepat sasaran agar efektif,” tambahnya.

Program ini juga diharapkan mampu mempercepat penanganan stunting yang masih menjadi isu serius di beberapa kecamatan di Kukar. Dengan hadirnya dokter spesialis anak, diagnosa bisa lebih akurat dan penanganan lebih komprehensif.

Selain memberikan layanan medis, para dokter spesialis juga akan terlibat dalam edukasi kepada orang tua mengenai pola asuh, gizi seimbang, hingga pencegahan penyakit yang bisa memicu stunting. Edukasi ini dinilai penting karena banyak kasus berawal dari minimnya pemahaman masyarakat.

Kusnandar menegaskan, intervensi stunting tidak bisa dilakukan oleh sektor kesehatan saja. Namun, peran dokter spesialis anak di desa akan memberi dampak signifikan, terutama dalam mendukung kerja lintas sektor yang sudah dijalankan pemerintah daerah.

“Harapannya, dengan program ini kita bisa menekan angka stunting di Kukar sekaligus memastikan anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas,” jelasnya. (Asu/ADV Diskominfo Kukar)

Exit mobile version