DPRD Kaltim Dorong Pembangunan Pengadaan Listrik dan Peningkatan Infrastruktur Sangkulirang

Agusriansyah Anggota DPRD Kaltim. (Foto: Asu/redaksi)

KUTAI TIMUR- Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Agusriansyah Ridwan, kembali melontarkan kritik pedas terhadap minimnya pembangunan infrastruktur dasar di wilayah Sangkulirang Seberang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Ia mendesak Pemerintah Provinsi Kaltim dan kementerian terkait agar segera merealisasikan janji pembangunan yang telah lama dinanti oleh masyarakat di daerah terpencil tersebut.

Agusriansyah secara khusus menyoroti kondisi ironis di sejumlah desa seperti Mandu Dalam, Mandu Pantai Lestari, Saka, dan Kesandaran, yang hingga kini belum teraliri listrik.

“Lucu rasanya ketika negara sudah merdeka lebih dari tujuh puluh tahun, tapi masih ada warga yang hidup tanpa listrik,” katanya, (2/6/2025)

Lebih lanjut, menurutnya janji-janji manis yang pernah dilontarkan para pejabat, mulai dari gubernur hingga anggota legislatif pusat, selama masa kampanye kini hanya tinggal retorika belaka.

“Waktu Pak Gubernur mencalonkan diri, beliau menyatakan kawasan Sangkulirang Seberang akan jadi prioritas. Tapi sampai sekarang masyarakat masih hidup dalam keterbatasan,” ujarnya.

Meskipun sudah ada langkah awal berupa survei lokasi oleh Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Kutai Timur bersama PLN dan Perusahaan Milik Kabupaten (PMK), Agusriansyah menilai langkah tersebut belum cukup.

Intervensi yang lebih konkret dan dukungan anggaran yang kuat dari Pemerintah Provinsi Kaltim dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) adalah kunci untuk mengatasi permasalahan ini.

“Saya sudah konfirmasi ke bagian SDA Kutim. Mereka sudah turun ke lapangan bersama PLN dan PMK,” katanya.

“Tapi itu baru tahap awal. Pemerintah provinsi harus hadir lebih kuat, mendorong agar Kementerian ESDM mengalokasikan anggaran prioritas untuk wilayah ini,” tambahnya.

Oleh karena itu, Agusriansyah menuntut komitmen yang lebih nyata dari pemerintah.

Agusriansyah merasa miris melihat ketimpangan yang terjadi. Di tengah gemerlap kemajuan digital dan modernisasi di perkotaan, masih ada daerah yang belum menikmati kebutuhan dasar seperti listrik dan akses jalan yang layak.

Lebih lanjut, buruknya akses jalan di Sangkulirang Seberang juga menjadi hambatan besar bagi kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat setempat.

“Ini bukan daerah terpencil secara geografis, tapi karena jalannya rusak dan listrik belum masuk, masyarakat jadi terhambat dalam segala hal,” ujarnya.

Agusriansyah menekankan bahwa ketertinggalan infrastruktur ini tidak boleh dianggap remeh dan dibiarkan menjadi masalah kronis yang terus-menerus melukai peta pembangunan di Kaltim.

“Pembangunan tidak boleh hanya berhenti di wilayah-wilayah yang telah maju, sementara kawasan pinggiran terus menunggu giliran yang tak kunjung datang,” pungkasnya. (Asu/ADV*)

Exit mobile version