BALIKPAPAN- Anggota Komisi III Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) Baharuddin Muin, mendorong Pemerintah untuk melakukan percepatan proses penyelesaian Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan kawasan Penajam Paser Utara (PPU) dan kota Balikpapan.
Baharuddin Muin menegaskan pentingnya percepatan penyelesaian jembatan tersebut demi mendukung akses mobilisasi ekonomi masyarakat didaerah tersebut
“Ini harus secepatnya diselesaikan karena sudah diambil alih oleh pusat. Kalau bisa segera difungsikan, tentu masyarakat bisa langsung merasakan manfaatnya,” katanya Senin (9/6)
Saat ini akses di jembatan masih sangat terbatas dan belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
“Selama ini kan belum bisa dipakai secara optimal. Waktu Lebaran kemarin saja masih dibuka tutup. Kalau sudah dibuka penuh, saya yakin perekonomian bisa lebih hidup. Dan yang paling penting, jembatan ini menghubungkan Penajam dengan Kalbar,” ujarnya.
Adapun kendala teknis yang masih menghambat pemanfaatan jembatan secara maksimal. Menurutnya, sistem buka tutup yang diterapkan pada masa libur Lebaran lalu menjadi bukti bahwa struktur tersebut belum rampung sepenuhnya.
“Waktu Lebaran kemarin saja masih dibuka tutup,” imbuhnya, menekankan urgensi penyelesaian.
Selain itu, Politisi Gerindra ini juga menyoroti pernyataan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim terkait manfaat strategis jembatan bagi akses transportasi masyarakat menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Gubernur juga pernah bilang, masyarakat dari Kalbar bisa lewat Penajam untuk ke bandara, jadi nggak terlalu jauh jalurnya,” tuturnya.
Dengan mempertimbangkan arah kebijakan dan sinergi lintas instansi, Baharuddin menyatakan optimisme terhadap keberlangsungan proyek tersebut dalam beberapa tahun ke depan.
“Saya kira tahun 2029 bisa terealisasi, seperti yang disampaikan Gubernur dan Wakil Gubernur,” pungkasnya. (Asu/ADV*)



