SAMARINDA – Fraksi Gerindra DPRD Kaltim menilai surplus dana transfer pusat tahun 2024 yang mencapai Rp11,69 triliun belum berdampak nyata pada kesejahteraan rakyat. Angka pengangguran masih tinggi, dan ketimpangan wilayah tetap lebar.
“Kita surplus, tapi TPT Kaltim 5,14 persen—tertinggi di Kalimantan. Ini ironi,” tegas Juru Bicara Fraksi Gerindra, Andi Muhammad Afif Raihan Harun, dalam Rapat Paripurna, Selasa (17/6/2025).
Ia juga menyoroti ketimpangan layanan di wilayah pedalaman dan pesisir, serta rendahnya kinerja BUMD yang dinilai belum mampu menopang fiskal daerah.
“BUMD harus direformasi total, bukan ditambal,” ujarnya.
Sektor pendidikan pun ikut dikritik. Meski anggaran mencapai Rp3,79 triliun, Gerindra menekankan bahwa kualitas guru dan pemerataan pendidikan luar biasa masih lemah.
“Bukan soal angka, tapi dampak riil bagi rakyat,” tegas Afif.
Gerindra menutup pandangan fraksinya dengan seruan agar orientasi anggaran diarahkan pada peningkatan kualitas hidup, bukan sekadar mengejar target belanja. (Sam/ADV*)



