KUTAI KARTANEGARA – Kutai Kartanegara (Kukar) menempatkan sektor perikanan sebagai salah satu motor pembangunan daerah. Pemerintah tidak ingin hasil laut dan tambak hanya berhenti sebagai bahan mentah, melainkan harus diolah agar memiliki nilai tambah yang lebih besar.
Bersamaan dengan itu, Pemkab menyiapkan program besar untuk mendampingi 100 ribu petani, nelayan, dan pembudidaya agar menjadi pelaku usaha yang tangguh.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kukar, Muslik, menjelaskan bahwa filosofi pembangunan kali ini adalah mewujudkan nelayan tangguh. Tema tersebut dipilih untuk mendorong lahirnya pelaku perikanan yang mandiri, maju, dan mampu bersaing.
“Semangat kita sederhana, bagaimana nelayan Kukar bisa mandiri, maju, dan berdaya saing. Hilirisasi adalah pintu masuknya,” ujarnya, Minggu (24/8/2025).
Muslik menegaskan, hilirisasi menjadi kunci pengembangan sektor perikanan. Produk seperti rumput laut, udang, bandeng, dan ikan nila tidak boleh lagi hanya dipasarkan dalam bentuk mentah. Dengan pengolahan lebih lanjut, nilai jual bisa meningkat berkali lipat.
“Kalau hanya dijual mentah, harganya tidak seberapa. Tapi kalau diolah lebih lanjut, nilai jualnya bisa naik berkali-kali lipat,” ungkapnya.
Rumput laut, misalnya, dapat diolah menjadi berbagai turunan produk mulai dari pangan, kosmetik, hingga farmasi. Sementara udang dan bandeng sudah memiliki pasar ekspor yang stabil.
Menurut Muslik, dengan hilirisasi, nelayan tidak sekadar menjadi penyedia bahan baku, tetapi juga bagian dari industri perikanan modern.
Program besar ini diperkuat dengan target 100 ribu petani, nelayan, dan pembudidaya tangguh yang ditetapkan dalam RPJMD Kukar. Dari jumlah itu, sektor perikanan mengambil porsi dominan yakni sekitar 60 ribu nelayan.
“Dari 100 ribu target, sektor perikanan menyumbang 60 ribu nelayan yang harus kita fasilitasi agar tangguh,” kata Muslik.
Ia menjelaskan, program Kukar Idaman memberi ruang untuk mengevaluasi kebijakan lama, lalu memperluas cakupan dan memperkuat kegiatan yang sudah ada.
“Intinya kita tidak mengulang, tetapi memperkuat dan memperluas. Fokusnya tetap sama, yaitu hilirisasi dan pemberdayaan nelayan,” jelasnya.
Menurut Muslik, target tersebut bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan menyangkut peningkatan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada laut dan tambak.
“Ini menyangkut kehidupan orang banyak. Kita ingin nelayan Kukar tidak hanya jadi penonton, tapi benar-benar jadi pemain utama dalam rantai pasok perikanan,” tegasnya. (Asu/ADV Diskominfo Kukar)



