KUTAI KARTANEGARA – Wacana pembangunan lapangan golf bertaraf internasional di Pulau Kumala masih dalam tahap pengkajian serius. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengakui ide tersebut bukan sekadar ambisi jangka pendek, melainkan bagian dari rencana jangka panjang menjadikan Pulau Kumala sebagai destinasi unggulan.
Namun begitu, sejumlah tantangan teknis mulai dipetakan. Salah satunya menyangkut kekuatan lahan reklamasi di pulau tersebut.
“Pulau Kumala ini dasarnya pulau buatan. Kalau mau dibangun lapangan golf yang memungkinkan lalu lintas mobil dan alat berat, kita harus betul-betul hitung kekuatan tanahnya,” ujar Arianto, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar, saat ditemui Jumat (11/7/2025).
Kekhawatiran itu beralasan. Selain perlu infrastruktur berkualitas tinggi, rencana tersebut juga harus memastikan tidak ada risiko jangka panjang yang bisa merugikan daerah. Terlebih jika ingin dibangun jembatan khusus mobil, yang memungkinkan akses langsung dari daratan ke Pulau Kumala.
Arianto menyebut, semua aspek teknis itu akan jadi bagian dari kajian awal. Ia tak menampik bahwa ide lapangan golf merupakan arahan langsung dari Bupati Kukar. Namun, menurutnya, tidak akan ada pembangunan terburu-buru sebelum kajian menyeluruh rampung.
“Kalau kita bicara golf, ini menyasar segmen atas. Tapi kita tidak ingin hanya itu. Tetap akan ada zona rekreasi masyarakat seperti taman atau wahana air,” jelasnya.
Wacana ini bukan sekadar memperindah ruang, tapi juga bagian dari strategi jangka panjang menarik minat investor ke Kukar. Meski begitu, Pemkab memilih berhati-hati. Kajian teknis, aspek lingkungan, serta potensi dampak sosial akan menjadi tolok ukur utama sebelum proyek berjalan.
Untuk saat ini, pembangunan lapangan golf di Pulau Kumala belum memiliki jadwal pasti. Namun Pemkab Kukar memastikan bahwa setiap rencana akan dikaji dengan matang, termasuk skema pembiayaan dan potensi kerja sama dengan investor swasta. (Asu/ADV Diskominfo Kukar)



