Nominal Beasiswa Kukar Idaman Terpangkas, Mahasiswa Hanya Dapat 1,6 Juta

Kabag Kesra Setda Kukar, Dendi Irwan Fahriza. (Foto: Asu/redaksi)

KUTAI KARTANEGARA- Maraknya keluhan yang dirasakan oleh mahasiswa di kabupaten Kutai Kartanegara karana kecewa akan turunnya nominal Beasiswa Kukar Idaman yang didapatkan mahasiswa yakni hanya Rp1,6 juta per semesternya tahun 2025 ini.

Di mana, seharusnya nominal beasiswa yang telah ada sejak masa kepemimpinan Edi Damansyah tahun 2019 lalu yang didapatkan mahasiswa yakni Rp5 juta persemesternya.

Hal ini tentunya menjadi pertanyaan di masyarakat atas nominal yang tidak sesuai tersebut.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabupaten Kukar Dendi Irwan Fahriza menjelaskan akar permasalahan yang mengakibatkan besaran nominal Beasiswa Kukar ini turun dari Rp5 juta menjadi Rp1,6 juta.

Dia menjelaskan bahwa awalnya kuota penerima beasiswa yang ditetapkan pada bulan Januari 2025 lalu yakni tahun 2025 hanya 1.347 orang. Jumlah tersebut tentunya telah disepakati dengan anggaran yang di alokasikan dalam APBD 2025.

“Kuota udah di tetapkan pada 20 Januari 2025 hanya 1.347 orang,” katanya, Rabu (13/8/2025).

Namun ternyata setelah proses verifikasi dan validasi data. Ternyata sebanyak 4.015 pendaftar dinyatakan lolos karena memenuhi syarat administrasi.

Persyaratan administratif ini meliputi surat keterangan aktif kuliah, kartu hasil studi, akreditasi, IPK hingga batas semester.

“Kalau memenuhi persyaratan tim beasiswa tidak bisa menggugurkan otomatis lolos,” tegasnya.

Dengan membludaknya jumlah penerima beasiswa yang memenuhi syarat tahun ini. Membuat Pemkab Kukar mengambil keputusan untuk membagi anggaran beasiswa yang ditetapkan merata kepada 4.015 orang. Sehingga yang seharusnya Rp5 juta hanya Rp1,6 juta yang diterima mahasiswa persemesternya kategori D4/S1.

“Karena pembengkakan tadi yang mencapai kelebihan 2.955 orang,” jelasnya.

Meskipun demikian, Deni menegaskan bahwa penurunan nominal beasiswa yang diterima mahasiswa persemesternya ini tidak ada kena mengena dengan imbah efisiensi. Di mana dana beasiswa yang dialokasikan dalam APBD 2025 tetap utuh.

“Kedepan kita akan evaluasi lagi kebijakan ini agar besaran dan target peneriman lebih seimbang,” pungkasnya. (Asu/ADV Diskominfo Kukar).

Exit mobile version