Rendi Solihin : Mahasiswa Tetap Dapat 5 Juta Beasiswa Kukar Idaman

Aksi Demonstrasi didepan Kantor Bupati Kutai Kartanegara. (Foto: Asu/redaksi)

KUTAI KARTANEGARA- Wakil Bupati Kutai Kartanegara Rendi Solihin menegaskan bahwa mahasiswa yang lolos dalam beasiswa Kukar Idaman tahun 2025, akan tetap mendapat Rp5 juta perorang. Meskipun pembayarannya sistem cicil.

Skemanya, tahap pertama setiap penerima akan menerima Rp 1,6 juta dari anggaran murni. Sisanya, Rp 3,4 juta, akan dicairkan pada tahap kedua setelah APBD Perubahan disahkan akhir Agustus atau awal September 2025.

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kukar Menggugat menggelar aksi di Halaman Kantor Bupati Kukar, Kamis (14/8/2025). Buntut aksi ini, timbulnya permasalahan berkurangnya dana yang diterima mahasiswa pada Beasiswa Kukar Idaman tahun ini dari Rp 5 juta menjadi Rp 1,6 juta per penerima.

Perwakilan Aliansi Masyarakat Kukar Menggugat, Zulkarnain, menyebut kebijakan itu sebagai bentuk penghinaan terhadap masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa diberi harapan bisa berkuliah dengan bantuan penuh dari pemerintah, namun kenyataannya anggaran yang diterima jauh di bawah kebutuhan.

“Sekarang tidak ada kampus yang UKT-nya di bawah Rp 2 juta. Kalau beasiswa cuma Rp 1,6 juta, jelas tidak cukup. Banyak mahasiswa yang hanya mengandalkan Beasiswa Idaman terancam batal kuliah,” katanya di Halaman Kantor Bupati Kukar, Kamis (14/8/2025)..

Aliansi Masyarakat Kukar Menggugat memberi tenggat waktu satu minggu kepada pemerintah untuk memenuhi nominal beasiswa Rp 5 juta per penerima.

Jika tuntutan itu tak terpenuhi, ia mengancam akan kembali menggelar aksi dengan massa yang lebih banyak.

“Kami akan kembali ke Pemkab, karena kebijakan ini berasal dari bawahannya Pemkab, yakni Bagian Kesra,” ujarnya.

Kemudian Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin yang menerima massa aksi tersebut menegaskan bahwa Pemkab Kukar tidak melakukan pemotongan anggaran pada beasiswa Kukar Idaman tahun ini.

Anggaran tahun 2025 untuk program Kukar Idaman tetap sama seperti tahun sebelumnya.

Namun, memang karena jumlah penerima melonjak hingga 4.500 orang terbanyak sepanjang program ini berjalan sehingga dana yang ada tidak cukup dibayarkan sekaligus.

“Anggaran murni 2025 sekitar Rp8 miliar. Kalau semua penerima dibayar penuh Rp5 juta, kita butuh tambahan sekitar Rp12,5 miliar. Jadi kami putuskan dibayar dua tahap,” jelas Rendi.

Skemanya, tahap pertama setiap penerima akan menerima Rp 1,6 juta dari anggaran murni. Sisanya, Rp 3,4 juta, akan dicairkan pada tahap kedua setelah Perubahan APBD disahkan akhir Agustus atau awal September 2025.

“Nilainya tetap Rp5 juta per penerima, hanya pencairannya diatur ulang,” tegasnya.

Pemkab Kukar mengakui terdapat kekeliruan dalam sistem pendaftaran beasiswa Kukar Idaman tahun 2025 ini, yang berakibat kuota penerima melebihi kuota dan anggaran awal yang ditetapkan. (Asu/Adv Diskominfo Kukar)

Exit mobile version