Rumah Baru untuk Lansia di Loa Janan Ulu, Bupati Kukar Apresiasi Kolaborasi Baznas dan BSI

Potong pita oleh Bupati Kukar Aulia Rahman Basrie tanda serah terima RLH bagi Halawatiah lansia di Loa Janan. (Foto: Asu/redaksi)

KUTAI KARTANEGARA — Di tengah upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mewujudkan kesejahteraan merata hingga pelosok desa, satu langkah nyata kembali terealisasi. Halawatiah, seorang lansia asal Desa Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan, kini bisa tersenyum lega setelah rumah barunya diresmikan, Senin (4/8/2025).

Rumah Layak Huni (RLH) tersebut dibangun melalui kolaborasi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kukar dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Proses peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, yang datang ke lokasi untuk menyerahkan secara simbolis rumah tersebut kepada penerima manfaat.

“Sebagaimana kita pahami, memberikan rumah yang layak huni itu merupakan program dedikasi ke-17 dari Kukar Idaman Terbaik,” kata Aulia.

Program Permukiman Idaman Terbaik, lanjutnya, adalah bagian dari strategi besar Pemkab Kukar untuk memperluas akses masyarakat terhadap perumahan yang aman, sehat, dan terjangkau. Tidak hanya membangun, tetapi juga memastikan lingkungan sekitar menjadi layak untuk ditinggali.

Peresmian rumah ditandai dengan pemotongan pita dan pemotongan tumpeng, simbol rasa syukur sekaligus harapan akan kehidupan yang lebih baik bagi Halawatiah. Rumah yang sebelumnya sempit dan tak layak huni, kini telah berubah menjadi tempat tinggal yang lebih nyaman, aman, dan sehat.

Ketua Baznas Kukar, M Shafik Avicenna, menjelaskan bahwa pembangunan rumah ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 34,5 juta. Dana tersebut berasal dari zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikumpulkan Baznas Kukar dan dikelola secara transparan bersama mitra strategis, yakni BSI.

“Dana ini kami salurkan secara tepat sasaran. Salah satunya untuk mendorong kemandirian dan kesejahteraan para mustahik, seperti ibu Halawatiah ini,” ujar Shafik.

Bupati Aulia menggarisbawahi pentingnya sinergi berbagai pihak dalam mengatasi masalah kemiskinan, terutama terkait hunian yang layak. Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Perlu keterlibatan lembaga seperti Baznas dan perbankan syariah agar dampak program benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kolaborasi seperti ini adalah kunci. Dengan kerja bersama, kita bisa menyentuh lebih banyak warga dan membawa perubahan yang lebih besar,” ujarnya.

Aulia juga menyampaikan bahwa Pemkab Kukar akan terus memperluas cakupan program permukiman, terutama untuk kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan keluarga tidak mampu.

Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa visi Kukar sebagai kabupaten yang inklusif dan ramah sosial bukan sekadar jargon, melainkan diwujudkan melalui aksi nyata satu rumah, satu kehidupan, satu senyuman yang kembali muncul. (Asu/ADV Diskominfo Kukar)

Exit mobile version