KUTAI KARTANEGARA- Kecamatan Samboja di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kian memantapkan posisinya sebagai kawasan pesisir dengan potensi ekonomi kelautan yang luar biasa. Tak hanya dikenal sebagai limbung ikan, Samboja kini membuka peluang budidaya rumput laut dan ekowisata pesisir bahari
Wilayah ini tidak hanya diakui sebagai lumbung tangkapan ikan, tetapi kini juga menunjukkan geliat positif dalam budidaya rumput laut, khususnya di sepanjang pantai Tanjung yang digarap penuh semangat oleh komunitas nelayan setempat
Meskipun sempat menghadapi tantangan berat berupa serangan virus pada tanaman rumput laut, semangat masyarakat pesisir Samboja untuk mengembangkan sektor kelautan dan perikanan tetap hidup.
Camat Samboja, Damsik menegaskan bahwa dari wilayah Tanjung hingga Muara Sembilang, nelayan Samboja memegang peranan vital dalam menjaga ketahanan pangan laut di Kukar.
“Potensi Samboja tidak hanya ada pada tangkapan ikan, tapi juga budidaya rumput lat mulai berkembang pesat. Tantangan seperti virus memang ada, tapi bukan penghalang,” Katanya, Kamis (12/9/2025)
Tak hanya dari sisi perikanan, Kawasan ini kini secara paralel mulai merintis jalur sebagai destinasi ekowisata pesisir. Keindahan alam pantai, kekayaan hayati bawah laut, dan sikap ramah masyarakat menjadi magnet baru bagi wisatawan lokal yang mulai rutin berdatangan.
Pergeseran ini menciptakan peluang diversifikasi ekonomi bagi para nelayan. Mereka kini dapat menambah pemasukan melalui penyediaan jasa wisata bahari, sekaligus penjualan produk olahan hasil laut unggulan seperti abon ikan, kerupuk rumput laut, dan aneka snack bahari lainnya.
Fasilitas pendukung yang tersedia juga semakin memperkuat posisi Samboja. Tempat Pelelangan Ikan (TPI) telah beroperasi aktif, sementara pelabuhan yang penting sebagai sarana distribusi direncanakan akan segera diresmikan.
“Pelabuhan memang belum diresmikan, tapi kehadirannya sudah dinantikan karena akan memperlancar arus distribusi ekonomi nelayan,” jelas Damsik.
Pemerintah Kecamatan Samboja terus mendorong kolaborasi erat antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, komunitas nelayan, hingga pelaku usaha lokal.
Beragam bantuan dari Pemkab Kukar, seperti kapal, mesin, alat tangkap, dan dukungan modal usaha, telah disalurkan. Ini berfungsi sebagai energi baru bagi masyarakat pesisir, terutama untuk mempercepat pemulihan ekonomi pasca-pandemi dan mengatasi tantangan perubahan lingkungan.
“Kami bersyukur atas dukungan Pemkab. Bantuan ini benar-benar memperkuat kemandirian nelayan Samboja,” ucapnya.
Keberhasilan ini juga ditopang oleh kuatnya rasa kebersamaan yang terwujud melalui kegiatan sosial dan keagamaan, seperti doa bersama nelayan yang rutin digelar sebagai wujud syukur dan simbol penguat solidaritas.
“Tradisi seperti ini bukan hanya budaya, tapi juga simbol gotong royong dan harapan akan kelestarian laut,” tambah Damsik.
Dengan berbagai potensi yang dimiliki, didukung oleh infrastruktur yang terus dikembangkan dan semangat kolaboratif yang terjaga, Samboja kian mantap menapaki jalur sebagai pusat perikanan unggulan di Kukar.
“Harapan kami, pengembangan Samboja ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjadikan Kukar sebagai pionir industri perikanan Kalimantan Timur,” tutupnya. (Asu/ADV Diskominfo Kukar)



