SAMARINDA – Deru mesin truk berganti dengan suara protes di halaman Balai Kota Samarinda, Senin (24/8/2026). Sebanyak 670 sopir angkutan logistik yang tergabung dalam Forum Gabungan Sopir Samarinda (FGSS) mendatangi Balai Kota Samarinda, dengan tuntutan menolak kebijakan baru terkait distribusi solar subsidi.
Kekecewaan memuncak setelah ratusan Fuel Card Brizzi diblokir dan aturan kuota solar subsidi dijadwalkan berlaku 1 September mendatang. Sopir juga mempersoalkan kewajiban mengambil kupon antrean di Dishub yang dinilai menambah beban, terutama bagi pengemudi lintas daerah.
Koordinator Lapangan Hendra Buton menyebut sekitar 500 kartu sopir telah diblokir. Mereka juga diminta menyesuaikan bak kendaraan yang dinilai overdimensi. Persoalannya, proses pemotongan bak membutuhkan waktu hingga berminggu-minggu dengan biaya mencapai Rp10 juta per unit.
“Kami meminta waktu enam bulan agar ketentuan ini bisa dilaksanakan secara bertahap. Sopir butuh waktu dan kemampuan biaya untuk melakukan perbaikan,” tegas Hendra. (Asy/Sam)



