KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menyoroti masih panjangnya antrean pasien di sejumlah fasilitas kesehatan, meski layanan pendaftaran online sudah tersedia.
Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, menyebut banyak pasien yang tetap datang langsung sejak pagi hari meski sudah mendapatkan jadwal layanan melalui aplikasi. Kondisi ini membuat antrean menumpuk dan pelayanan menjadi kurang efisien.
“Kalau seseorang sudah daftar online dan dapat jadwal pukul 12 siang, sebenarnya tidak perlu datang dari pagi. Tapi faktanya banyak yang tetap antre sejak pagi, akhirnya jadi penuh,” ujar Sunggono, Kamis (22/5/2025).
Ia menegaskan, perubahan pola pikir masyarakat menjadi tantangan utama. Menurutnya, layanan digital akan lebih efektif jika masyarakat mau beradaptasi dan memanfaatkan teknologi dengan benar.
Untuk mengatasi hal tersebut, Sunggono meminta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kukar menjadi contoh dalam penggunaan layanan pendaftaran online. Harapannya, masyarakat bisa ikut terbiasa mengikuti alur yang sudah disiapkan pemerintah.
“ASN harus jadi teladan dulu. Kalau kita sudah membiasakan diri, masyarakat pasti akan mengikuti,” katanya.
Selain itu, sosialisasi akan terus digalakkan agar masyarakat memahami manfaat penggunaan layanan digital. Dengan sistem ini, pasien bisa mendapat kepastian waktu layanan dan mengurangi waktu tunggu yang tidak perlu di fasilitas kesehatan.
“Harapan kami, dengan pemanfaatan teknologi, pelayanan kesehatan bisa lebih cepat, efisien, dan nyaman bagi masyarakat,” pungkas Sunggono.(Asu/ADV Diskominfo Kukar)



