SAMARINDA – PT PLN (Persero) menerima penghargaan dari Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen perusahaan dalam mendukung Program Orang Tua Asuh Anak Risiko Stunting (OTA ARS). Penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan Penyerahan Sertifikat Orang Tua Asuh Anak Risiko Stunting di Samarinda.
Penghargaan ini diberikan karena PLN dinilai aktif berkontribusi dalam percepatan penurunan stunting melalui program pendampingan dan bantuan bagi anak-anak yang masuk kategori berisiko stunting. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menciptakan generasi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak dapat dibebankan kepada pemerintah semata. Menurutnya, keterlibatan sektor diluar pemerintahan seperti PT PLN menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak.
“PLN telah menunjukkan kepedulian sosial melalui perannya sebagai Orang Tua Asuh Anak Risiko Stunting. Kami berharap sinergi ini terus diperkuat demi melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” ujarnya. Pada Senin (12/6/2026).
Dukungan PLN terhadap program tersebut berasal dari dana zakat penghasilan pegawai yang dihimpun setiap bulan dan disalurkan melalui Yayasan Baitul Maal PLN UP3 Samarinda. Dana itu dimanfaatkan untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi, layanan kesehatan, serta pendampingan bagi anak-anak yang berisiko mengalami stunting.
Manager PLN UP3 Samarinda, Adrian Sitompul, mengatakan penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi PLN untuk terus menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan di luar penyediaan layanan kelistrikan.
Menurutnya, program OTA ARS merupakan wujud kepedulian insan PLN yang secara gotong royong menyisihkan sebagian penghasilannya melalui zakat, sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian lebih.
“Dari hal kecil bermamfaat untuk sesama,” tegasnya.
Adrian menambahkan, PLN akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Samarinda, Yayasan Baitul Maal, dan berbagai pihak lainnya agar program penurunan stunting dapat berjalan lebih optimal.
Melalui kolaborasi tersebut, PLN berharap dapat ikut berkontribusi dalam mewujudkan generasi unggul sekaligus mendukung target Indonesia Emas 2045. (Adv)



