DPRD Kaltim Dorong Pemanfaatan Air Baku Sungai Mahakam untuk Balikpapan: Solusi Jangka Panjang Atasi Krisis Air Bersih

H. Baba anggota DPRD Kaltim. (Foto: Asu/redaksi)

BALIKPAPAN- Krisis air bersih yang terus membayangi Kota Balikpapan mendapat sorotan serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Proyek penyediaan air baku dari Sungai Mahakam ke Balikpapan adalah solusi yang sangat memungkinkan secara teknis mengatasi permasalahan air bersih di Balikpapan.

Ketua Komisi IV H. Baba melihat ketergantungan Balikpapan pada sumber air tadah hujan selama ini dinilai tidak lagi berkelanjutan, terutama dengan pesatnya pertumbuhan penduduk dan aktivitas industri di kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) ini.

Olehh karena itu, legislator dapil Balikpapan ini optimis bahwa jarak sekitar 83 kilometer dari wilayah Loa Janan, yang terletak di tepi Sungai Mahakam, menuju Balikpapan bukanlah hambatan signifikan jika ditangani dengan keseriusan dan dukungan pendanaan yang memadai.

“Memungkinkan sekali kan 83 kilometer itu jaraknya. Kalau kita lihat bahan baku kita di Mahakam ini, khususnya daerah Loa Janan itu sudah tergolong tidak terkontaminasi dengan pasang surut air laut.” Katanya, Senin (19/5/2025)

Kualitas air di Loa Janan yang relatif bersih dan belum tercemar air laut pasang surut menjadikannya lokasi ideal untuk pengambilan air baku. Kondisi ini diperparah dengan kebutuhan air bersih yang terus meningkat seiring laju urbanisasi dan pengembangan wilayah, apalagi Balikpapan akan menjadi kota penyangga utama IKN.

“Balikpapan masih kesulitan air bersih, hanya mengandalkan tadah hujan saja selama ini. Tentu ini tidak menjadi solusi jangka panjang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Politikus PDI Perjuangan ini mengungkapkan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebenarnya telah menyusun kajian awal mengenai potensi pemanfaatan air baku dari Sungai Mahakam.

Kajian tersebut mencakup kemungkinan penyaluran air melalui jaringan pipa yang mengikuti jalur Tol Balikpapan–Samarinda. Namun, ia menyayangkan hingga saat ini kajian tersebut belum dituntaskan dan belum memasuki tahap pelaksanaan.

“Mudah-mudahan ke depannya itu bisa cepat selesai dan tercapai, sehingga bisa dicover dengan pendanaan kita sendiri,” harapnya.

Selain itu, ia juga menyebutkan adanya alternatif pasokan air melalui wilayah Sepaku. Akan tetapi rencana tersebut belum menunjukkan perkembangan berarti dan belum ada langkah konkret dari pemerintah terkait opsi ini.

“Untuk yang Sepaku sampai sekarang belum gimana-gimana, mudah-mudahan ke depan lah,” paparnya.

Proyek penyediaan air baku lintas wilayah ini, khususnya dari Sungai Mahakam, menjadi sangat krusial bagi ketahanan air bersih Balikpapan di masa mendatang. H. Baba menekankan pentingnya inisiatif pembiayaan dari daerah agar proyek vital ini tidak terus tertunda.

Ia berharap, pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat dapat segera memasukkan proyek ini ke dalam prioritas pembangunan daerah untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan air bersih seiring dengan peran Balikpapan sebagai kota penyangga IKN.

“Permasalahan air bersih di Balikpapan semoga bisa cepat terselesaikan,” pungkasnya. (Asu/ADV*)

Exit mobile version