Pajak untuk Kemajuan Bersama, Warga Lamaru Sambut Hangat Sosialisasi Perda Pajak Daerah

Sigit Wibowo (pegang mic), saat menyampaikan paparan tentang Perda Pajak Daerah. (Foto: Mat/Redaksi)

BALIKPAPAN – Sabtu sore (9/8/2025), suasana di Gang Widyatama, Kelurahan Lamaru, Balikpapan Timur, terasa berbeda. Puluhan warga RT 023 berkumpul rapi, menyimak penjelasan Anggota DPRD Kaltim, Sigit Wibowo, yang datang membawa pesan penting: pajak bukan sekadar kewajiban, tapi kunci pembangunan bersama.

Sosialisasi Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini digelar untuk memperjelas hak dan kewajiban masyarakat, sekaligus menunjukkan bahwa membayar pajak kini semakin mudah. Dari pembayaran online, ATM, hingga gerai Samsat di kelurahan dan kecamatan—bahkan tersedia di wilayah pedalaman seperti Mahulu, Kubar, dan Berau.

“Pajak daerah mengatur banyak hal yang dekat dengan kehidupan kita: kendaraan, bea balik nama, alat berat, pajak air, hingga rokok. Partisipasi warga akan langsung kembali dalam bentuk fasilitas umum,” jelas Sigit. Ia juga mengajak warga yang masih memakai pelat luar daerah untuk beralih ke pelat Kaltim, dengan insentif seperti penghapusan denda keterlambatan dan hadiah undian bagi wajib pajak patuh.

Tak hanya bicara teknis, Sigit menyentuh aspek strategis: Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah pondasi pembangunan. “Termasuk nanti dari kendaraan listrik. Kita harus mulai pikirkan potensinya,” ujarnya.

Wawan Sanjaya, akademisi dari Universitas Balikpapan, memberi contoh konkret. “Lihat penerangan jalan yang masuk ke lingkungan ini—itu hasil dari pajak yang Anda bayarkan. Pembangunan tidak datang begitu saja, ia lahir dari partisipasi kita semua,” katanya, membuat warga mengangguk paham.

Acara ini bukan sekadar diskusi kaku. Ada tanya jawab yang akrab, canda ringan, dan kuis berhadiah. Beberapa warga dengan STNK aktif pulang membawa doorprize, tapi yang terpenting, mereka membawa pemahaman baru: membayar pajak berarti menjaga roda pembangunan tetap berputar.

Ketua RT 023, Juli Agus, menyampaikan rasa bangganya. “Baru kali ini DPRD provinsi hadir langsung ke sini. Warga jadi paham bahwa pajak bukan beban, tapi cara kita ikut membangun daerah.”

Di wajah-wajah warga yang pulang petang itu, terselip kesadaran baru: kontribusi kecil dari setiap orang, ketika dikumpulkan, mampu menyalakan lampu di jalan, memperbaiki fasilitas umum, dan membawa daerah menuju kemajuan. (Mat/Sam/ADV*)

Exit mobile version