SAMARINDA- Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim melihat banyaknya perusahaan besar swasta yang beroperasi di Kaltim, program CSR-nya masih terfokus pada pengembangan infrastruktur daerah ketimbang pembangunan sumberdaya manusia (SDM) Kaltim.
Giaz melihat bahwa potensi generasi muda Kaltim di ajang olahraga cukup bagu. Namun masih banyak kendala yang menghambat perkembangan prestasi mereka, terutama soal dana pembinaan.
“Luar biasa, anak-anak muda kita memilih olahraga dibanding rebahan main gadget. Tapi kita tidak bisa tutup mata, kendala utamanya tetap soal biaya. Pembinaan olahraga itu mahal, perlu dukungan semua pihak,” katanya, Selasa (8/7/2025).
Politisi PAN – Nasdem ini menyoroti besarnya potensi perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Kaltim, khususnya di sektor tambang dan energi.
Ia menilai, perusahaan-perusahaan tersebut semestinya tak hanya mengambil hasil bumi Kaltim, tapi juga mengembalikannya untuk membangun prestasi daerah.
“Jangan cuma ambil hasil bumi Kaltim, tapi tinggalkan atletnya berjuang sendiri. Harapan saya, setiap perusahaan wajib jadi ‘Bapak Angkat’ untuk setiap cabang olahraga di Kaltim, dukung melalui aksi nyata, bukan cumw formalitas,” seru Giaz.
Model keterlibatan perusahaan swasta sebagai pendukung tetap akan membuat pembinaan atlet lebih fokus dan terarah.
Dengan SDM yang bagus, para atlet dan pelatih tak perlu lagi sibuk mencari pendanaan ke sana kemari, sementara perusahaan juga bisa membuktikan kontribusinya terhadap pembangunan sumber daya manusia daerah.
“Saya harap, lewat CSR, perusahaan dukung pembinaan atlet supaya Kaltim punya juara dunia,” ujarnya.
Terkahir, Giaz berharap dari kejuaraan-kejuaraan seperti ini akan lahir bibit-bibit unggul Samarinda yang suatu hari bisa berlaga di pentas nasional maupun internasional.
“Ke depan saya ingin lihat atlet Samarinda bersaing di Olimpiade, SEA Games, atau setidaknya di kejuaraan nasional. Semua itu mungkin kalau kita serius membina,” pungkasnya. (Asu/ADV*)



