Suara Warga Mekarsari: Belajar Demokrasi Lewat Isu Keadilan Lingkungan

Usai berdialog bersama warga Mekarsari Balikpapan, Sigit Wibowo berpose bersama. (Foto: Mat/Redaksi)

BALIKPAPAN – Menjelang sore, halaman rumah warga di Jalan Sultan Alauddin RT 003, Kelurahan Mekarsari, Balikpapan Tengah, tampak ramai. Kursi-kursi plastik tersusun rapi, sementara ibu-ibu, bapak-bapak, hingga anak muda mulai berdatangan. Suasana hangat itu bukan untuk hajatan keluarga, melainkan untuk mengikuti Sosialisasi Penguatan Demokrasi Daerah ke-8 yang digelar oleh Anggota DPRD Kaltim, Sigit Wibowo. Jumat (22/8/2025).

“Jarang-jarang ada kegiatan seperti ini langsung menyentuh persoalan lingkungan,” ucap Ahmad, salah satu tokoh pemuda setempat, sebelum acara dimulai.

Demokrasi yang Menyentuh Kehidupan Nyata

Bagi Sigit Wibowo, demokrasi bukan hanya soal pemilu dan kursi parlemen. Ia menekankan bahwa demokrasi harus hadir dalam kebijakan nyata, salah satunya tentang lingkungan hidup.

“Keadilan lingkungan adalah pilar pembangunan berkelanjutan. Kita bicara bukan hanya menjaga ekosistem, tapi bagaimana manfaat pembangunan bisa dirasakan merata tanpa membebani generasi mendatang,” kata politisi PAN itu, disambut anggukan warga.

Sigit juga mengingatkan bahwa aturan hukum sebenarnya sudah ada: mulai dari UU Penataan Ruang hingga Peraturan Presiden yang mengatur perlindungan lingkungan. Tinggal bagaimana masyarakat memahami dan ikut mengawal penerapannya.

Belajar Menjadi Generasi yang Bertanggung Jawab

Narasumber lain, Ruddy Iskandar dari Poldagri Ormas, menyampaikan pesan yang menyentuh hati. “Setiap generasi punya tanggung jawab. Jangan sampai apa yang kita nikmati hari ini justru menjadi beban bagi anak cucu kita,” tegasnya.

Kalimat itu membuat beberapa warga terdiam sejenak. Seorang ibu rumah tangga, Nuraini, kemudian berbisik kepada tetangganya, “Betul juga, kalau air bersih makin susah, anak-anak kita nanti bagaimana?”

Ruddy menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian dalam mengelola sumber daya. Bagi dirinya, keadilan lingkungan berarti distribusi manfaat yang merata dan perlakuan adil terhadap siapa pun yang terdampak.

Warga Ikut Bicara

Sesi tanya jawab menjadi bagian yang paling hidup. Warga dengan berani menyampaikan pandangan, mulai dari kondisi ruang terbuka hijau di Balikpapan hingga warisan kebijakan kota bebas tambang yang sudah lama dijalankan.

Diskusi itu membuktikan, warga Mekarsari bukan sekadar pendengar pasif. Mereka ingin suara mereka didengar, terutama soal masa depan lingkungan tempat tinggal mereka.

Pulang dengan Kesadaran Baru

Menjelang petang, acara ditutup dengan dialog interaktif. Warga tampak puas—bukan hanya karena mendapat ilmu baru, tapi karena merasakan ada ruang untuk terlibat dalam arah pembangunan.

“Buat kami, ini bukan sekadar sosialisasi. Ini kesempatan belajar demokrasi yang nyata,” ujar Ketua RT setempat dengan senyum lega.

Di Mekarsari, demokrasi sore itu terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari: sederhana, hangat, tapi penuh makna tentang bagaimana keadilan lingkungan harus diperjuangkan bersama. (Mat/Sam/ADV*)

Exit mobile version