Kapal Wisata Bocor dan Miring di Teras Samarinda II, Polisi : Dilarang Tambat Disitu

Kondisi KM Cahaya Nur Muhammad di Teras Samarinda II. (Foto: Istimewa)

SAMARINDA, SARANAREPUBLIKA.com – Kapal wisata KM Cahaya Nur Muhammad ditemukan mengalami kebocoran saat bertambat di kawasan Teras Samarinda II, Senin (12/10/2026) sekitar pukul 10.00 WITA. Kondisi kapal yang miring dan mesin yang tidak berfungsi menjadi perhatian, terlebih lokasi tersebut disebut bukan kawasan tambatan.

Saksi mata, Wahyu Halilintar (32), mengatakan kebocoran menyebabkan air masuk ke kapal saat pasang. Akibatnya, posisi kapal menjadi miring ketika air surut.

“Memang sudah bocor, jadi saat air surut posisinya menjadi miring. Ini informasi dari ABK-nya, dan mesin juga tidak berfungsi,” ujarnya.

Kanit Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan, Ipda Adi Brata, membenarkan adanya kebocoran di bagian belakang sebelah kiri kapal berdasarkan hasil pengecekan awal.

Menurutnya, kapal wisata yang biasa beroperasi menyusuri Sungai Mahakam itu telah lama bertambat di lokasi, diduga karena mengalami kerusakan.

Adi Brata juga membenarkan bahwa tambatan di kawasan tersebut tidak diperbolehkan. Pihak kepolisian sebelumnya telah memberikan imbauan agar kapal tidak bertambat di lokasi itu.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas penertiban di kawasan tersebut. Jika larangan telah disampaikan, perlu ada kejelasan mengenai tindak lanjut dan langkah yang ditempuh agar kapal tidak terus bertambat di lokasi terlarang.

Meski demikian, penyebab kapal tetap berada di lokasi serta tanggung jawab pihak terkait masih perlu diklarifikasi. Belum ada kesimpulan mengenai adanya kelalaian dari pihak tertentu.

Polisi berencana memanggil pengelola KM Cahaya Nur Muhammad untuk dimintai keterangan, termasuk terkait kondisi kapal dan keberadaannya di tambatan yang dilarang.

Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penanganan kapal dilakukan secara tepat, sekaligus memperjelas langkah penertiban oleh pihak berwenang agar keselamatan dan ketertiban di kawasan Sungai Mahakam tetap terjaga.

Penulis : Pandhu Aryo Wicaksono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *