KUTAI KARTANEGARA – Harapan panjang warga Desa Sungai Bawang, Kecamatan Muara Badak, akhirnya berbuah hasil. Setelah lebih dari satu dekade hidup dalam keterbatasan jaringan, masyarakat desa kini bisa menikmati layanan wifi gratis berkat program digitalisasi yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar).
Layanan tersebut resmi hadir pada Selasa (8/7/2025), ditandai dengan kunjungan langsung Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin ke Desa Sungai Bawang. Kunjungan itu menjadi bagian dari pemantauan program unggulan “Dedikasi Kukar Idaman Terbaik” yang menyasar wilayah-wilayah blankspot.
Kepala Desa Sungai Bawang, Martinus Lahang, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Menurutnya, akses wifi yang kini tersedia secara cuma-cuma telah menjangkau 203 kepala keluarga di lima RT, mencakup total 659 jiwa.
“Puji Tuhan, sekarang warga kami tidak lagi bermasalah dengan internet. Wifi gratis sudah bisa diakses oleh masyarakat secara luas,” ujarnya.
Pemasangan jaringan dilakukan di sejumlah titik strategis sepanjang jalan desa. Tak hanya memperbaiki komunikasi, kehadiran layanan ini juga diharapkan mampu mendukung sektor pendidikan, pelayanan publik, hingga pengembangan usaha kecil masyarakat setempat.
Yang membuat program ini berbeda adalah pilihan teknologi yang digunakan. Pemerintah tidak mengandalkan menara BTS konvensional, melainkan menggandeng sistem Starlink—satelit orbit rendah yang mampu menjangkau wilayah terpencil secara langsung.
Dengan teknologi ini, jaringan dapat hadir di wilayah yang selama ini luput dari jangkauan operator seluler. Selain adaptif, sistem ini dinilai lebih cepat dalam menghadirkan konektivitas tanpa menunggu pembangunan infrastruktur darat yang kompleks.
“Sekarang, dengan adanya wifi gratis yang terpasang dan stabil, ini benar-benar perubahan besar bagi kami. Dulu anak-anak kami harus berjalan jauh hanya untuk mencari sinyal,” kata Martinus menambahkan.
Pemkab Kukar sendiri menargetkan agar seluruh desa yang masih berada dalam zona blankspot segera terhubung dengan internet melalui skema yang sama. Pemerataan koneksi digital dinilai sebagai bagian penting dari strategi pembangunan yang inklusif dan menyeluruh.
“Kita ingin seluruh masyarakat Kukar, dari kota hingga desa paling terpencil, memiliki akses yang setara terhadap informasi dan teknologi. Ini bagian dari keadilan pembangunan,” ujar Bupati Aulia dalam kunjungannya.
Langkah ini mendapat sambutan positif dari warga. Banyak yang berharap agar program serupa segera diperluas ke desa-desa lain yang mengalami kondisi serupa.
Dengan dimulainya layanan wifi gratis di Sungai Bawang, Pemkab Kukar tak hanya menunaikan janji, tetapi juga membuka ruang baru bagi pertumbuhan ekonomi, kemajuan pendidikan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat desa. (Asu/ADV Diskominfo Kukar)



