SAMARINDA – Respons cepat ditunjukkan Camat Samarinda Ulu, Sujono, menyusul keluhan warga terkait bau tak sedap dari saluran drainase di Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan Air Putih. Permasalahan ini diduga berasal dari penampungan air limbah meluber hingga ke dalam saluran drainase, tepat di depan salah satu restoran siap saji bergaya Jepang.
Inspeksi langsung dilakukan pada Sabtu (18/4/2026) sore kemarin, di mana pihak kecamatan segera memanggil dan berdiskusi dengan manajemen restoran yang bersangkutan. Dari hasil pertemuan tersebut, pihak restoran mengakui adanya kekeliruan dalam pengelolaan limbah, khususnya karena kapasitas penampungan yang tidak memadai.
“Kami sudah bertemu dengan manajemen, dan mereka mengakui ada kekurangan dalam sistem penanganan limbahnya. Saat ini sudah dalam proses penanganan,” ujar Sujono saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, pihak restoran sempat meminta waktu hingga dua bulan untuk melakukan perbaikan menyeluruh. Namun, pemerintah kecamatan menegaskan agar proses tersebut bisa diselesaikan lebih cepat, mengingat dampaknya langsung dirasakan masyarakat.
“Kami minta waktunya dipercepat. Tidak bisa terlalu lama karena ini menyangkut kenyamanan dan kesehatan lingkungan warga,” tegasnya.
Sebagai langkah awal, limbah yang sempat mencemari saluran drainase telah dilakukan penyedotan guna mengurangi bau dan mencegah dampak lanjutan. Pemerintah kecamatan juga memastikan akan terus melakukan pemantauan hingga persoalan ini benar-benar tuntas. (Sam/red)



