SAMARINDA,SARANAREPUBLIKA.COM– PT PLN (Persero) mulai memberangkatkan mesin pembangkit tambahan berkapasitas total 5 megawatt (MW) dari Samarinda menuju Melak, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, Jumat (16/10/2026). Pengiriman ini menjadi bagian dari upaya PLN meningkatkan kemampuan pasokan listrik di tengah gangguan dan pemeliharaan sejumlah unit pembangkit.
Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Samarinda, Adrian Sitompul, mengatakan proses mobilisasi mesin dilakukan bersamaan dengan persiapan infrastruktur pendukung di lokasi.
“Mesin pembangkit tambahan berkapasitas 5 MW hari ini mulai diberangkatkan dari Samarinda menuju Kutai Barat. Kami terus mengawal proses mobilisasi ini sekaligus memastikan persiapan di lokasi berjalan seiring dengan perjalanan mesin,” ujar Adrian.
Di Melak, PLN juga mengerjakan sejumlah fasilitas pendukung, mulai dari pembangunan pondasi mesin, penyiapan tangki bahan bakar minyak (BBM), hingga sarana penyaluran daya. Infrastruktur tersebut diperlukan untuk menunjang pemasangan dan pengoperasian pembangkit tambahan.
Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Melak, Agung Putra Raharjo, menjelaskan bahwa kedatangan mesin belum serta-merta membuat pembangkit dapat langsung beroperasi. Masih ada tahapan pemasangan, penyambungan, pemeriksaan, dan pengujian teknis yang harus diselesaikan.
“Setelah mesin tiba, masih terdapat tahapan pemasangan, penyambungan, serta pemeriksaan dan pengujian teknis sebelum pembangkit dinyatakan siap beroperasi. Seluruh proses kami persiapkan dengan mengutamakan keselamatan dan kesesuaian standar operasional,” jelas Agung.
Selain mendatangkan mesin tambahan, PLN terus mengoptimalkan pembangkit yang tersedia serta menangani unit yang mengalami gangguan. Langkah tersebut dilakukan secara paralel untuk mendukung perbaikan kondisi kelistrikan di Melak dan wilayah sekitarnya.
Adrian mengakui kondisi pasokan listrik yang terjadi masih menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat. Karena itu, PLN menyampaikan permohonan maaf sekaligus memastikan upaya penanganan terus berjalan.
“Kami memahami bahwa kondisi kelistrikan saat ini masih menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat. Kami terus mengupayakan langkah-langkah penanganan, mulai dari optimalisasi pembangkit yang tersedia hingga penambahan kapasitas 5 MW ini,” tambahnya.
PLN berharap tambahan kapasitas tersebut dapat memperkuat pasokan listrik setelah seluruh proses pengiriman, pemasangan, dan pengujian teknis selesai. Penyelesaian setiap tahapan tetap mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, keselamatan, serta persyaratan operasional pembangkit.
Editor : Pandhu Aryo Wicaksono



