SAMARINDA – Komitmen dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. Salah satunya ditunjukkan oleh Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UP3 Samarinda bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kota Samarinda yang melakukan survei lapangan terhadap calon penerima Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Rabu (3/6/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai tahapan penting untuk memastikan bantuan yang akan disalurkan benar-benar diterima oleh keluarga yang membutuhkan. Sebanyak 21 anak yang masuk dalam daftar calon penerima manfaat menjadi sasaran verifikasi langsung guna mencocokkan data administrasi dengan kondisi riil di lapangan.
Tim gabungan YBM PLN UP3 Samarinda dan BKKBN mendatangi sejumlah wilayah di Kota Samarinda, meliputi Kelurahan Teluk Lerong Ilir, Dadi Mulya, Jawa, Air Putih, Gunung Kelua, Air Hitam, Sidodadi, hingga Bukit Pinang. Selain memverifikasi data, tim juga meninjau kondisi lingkungan tempat tinggal serta mengidentifikasi kebutuhan keluarga yang berpotensi berisiko stunting.
Manager PLN UP3 Samarinda sekaligus Pembina YBM PLN UP3 Samarinda, Adrian Sitompul, menegaskan bahwa keterlibatan YBM PLN dalam Program GENTING merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap masa depan generasi bangsa.
Menurutnya, upaya pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif berbagai elemen masyarakat. Karena itu, YBM PLN berupaya memastikan setiap bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi tumbuh kembang anak.
“Melalui Program GENTING, kami ingin memberikan kontribusi nyata dalam mendukung penurunan angka stunting. Anak-anak yang sehat dan berkualitas merupakan investasi terbaik bagi masa depan Indonesia. Oleh karena itu, proses survei dan verifikasi ini menjadi langkah penting agar bantuan yang disalurkan benar-benar sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Perwakilan BKKBN Kota Samarinda, Dr. Nurizky Permanajati, M.H., mengapresiasi dukungan yang diberikan YBM PLN UP3 Samarinda dalam menjalankan program tersebut. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mempercepat penanganan stunting, terutama melalui pendekatan pendampingan dan pemenuhan kebutuhan gizi keluarga berisiko.
Menurutnya, keterlibatan dunia usaha dalam Program GENTING menunjukkan bahwa upaya menciptakan generasi sehat memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Bantuan yang nantinya diberikan diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak penerima manfaat.
Program GENTING sendiri merupakan salah satu program prioritas nasional yang mendorong partisipasi berbagai pihak untuk menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yang berisiko mengalami stunting. Melalui program ini, keluarga penerima manfaat tidak hanya memperoleh bantuan, tetapi juga pendampingan yang berkelanjutan sesuai kebutuhan.
Hasil survei yang dilakukan akan menjadi dasar dalam penetapan penerima manfaat Program GENTING di Kota Samarinda. Dengan proses verifikasi yang akurat, bantuan yang diberikan diharapkan mampu mendukung upaya peningkatan status gizi anak sekaligus memperkuat langkah pemerintah dalam menekan angka stunting.
Sinergi antara YBM PLN UP3 Samarinda dan BKKBN ini menjadi contoh nyata bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan semakin banyak anak Indonesia yang tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk meraih masa depan. (Sep/ADV/*)



