KUTAI KARTANEGARA – Bagi banyak pelajar, Agustus identik dengan lomba tujuh belasan. Tapi bagi 43 remaja Kukar, bulan ini punya arti lebih dalam: mereka akan menjejak sejarah sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka 2025.
Salah satunya adalah seorang siswi dari Kecamatan Loa Janan. Ia mengaku hampir putus asa ketika gagal di tes kesamaptaan awal. “Waktu itu saya sempat mau menyerah. Tapi ingat cita-cita kecil untuk jadi Paskibraka, saya coba lagi lebih keras,” katanya. Usahanya berbuah manis. Malam pengukuhan, ia berdiri tegak dalam balutan seragam putih dengan mata berkaca-kaca.
Perjalanan mereka tidak mudah. Dari 500 pendaftar, ratusan harus gugur di berbagai tes kesehatan, wawasan kebangsaan, hingga baris-berbaris. Yang tersisa kemudian ditempa latihan intensif selama tiga minggu, di bawah panas terik dan disiplin keras. Dari situlah lahir kekompakan dan rasa persaudaraan.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyebut mereka sebagai wajah muda kebanggaan daerah. “Mereka bukan hanya pengibar bendera. Mereka simbol harapan generasi yang siap menjaga semangat kebangsaan,” ujarnya.
Tanggal 17 Agustus nanti, saat Sang Saka Merah Putih perlahan naik ke langit, 43 pemuda-pemudi ini akan menorehkan jejak yang tak terlupakan. Bagi mereka, inilah bukti bahwa mimpi, disiplin, dan semangat juang bisa membawa langkah kecil menuju panggung sejarah. (Asu/ADV Diskominfo Kukar)



