KUTAI KARTANEGARA — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) terus memperkuat strategi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Fokus utama diarahkan pada peningkatan akses ekspor serta integrasi produk lokal ke jaringan retail modern.
Kepala Bidang Pengembangan UKM Diskop UKM Kukar, Fathul Alamin, menyampaikan bahwa mulai tahun 2025, pihaknya akan secara berkala menyelenggarakan forum temu bisnis yang mempertemukan pelaku UMKM dengan calon mitra dagang dari luar negeri. Forum ini dirancang sebagai sarana promosi produk unggulan daerah sekaligus membuka peluang ekspor langsung.
“Produk-produk potensial akan kami identifikasi dan dikurasi, kemudian difasilitasi untuk bertemu dengan eksportir yang sesuai. Jika memenuhi persyaratan, kami akan mendampingi hingga tahap ekspor,” ujar Fathul, Senin (25/8/2025).
Selain penguatan akses ekspor, Diskop UKM Kukar juga menargetkan peningkatan keterlibatan UMKM dalam jaringan retail modern. Program ini telah digagas sejak 2021 melalui skema Dagang Kemitraan, namun pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah kendala teknis.
Fathul menjelaskan bahwa tantangan utama bagi UMKM dalam memasuki retail modern terletak pada standar operasional yang ketat, mulai dari sistem pengelolaan stok, skema pembayaran, hingga kualitas kemasan dan distribusi produk.
“Masih banyak pelaku UMKM yang belum siap memenuhi persyaratan retail modern. Oleh karena itu, kami akan terus memberikan pendampingan agar mereka dapat beradaptasi dan meningkatkan kapasitas usaha,” tambahnya.
Dengan strategi yang terstruktur dan dukungan lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berharap UMKM lokal dapat berkembang secara berkelanjutan
“Agar berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.” tutupnya. (Asu/ADV Diskominfo Kukar)



