KUTAI KARTANEGARA- Sebanyak 13 rumah dan 2 pos ronda terdampak fenomena pergeseran tanah yang terjadi di Desa Kota Bangun Ulu, Kecamatan Kota Bangun. Kejadian ini diduga karena faktor alam akibat musim kemarau dan sisa dampak banjir.
Kejadian ini mengakibatkan sejumlah rumah warga dan jalan penghubung antar RT mengalami kerusakan cukup serius.
Kepala Desa Kota Bangun Ulu, Khairul Umam menjelaskan, peristiwa tanah amblas tersebut terjadi sejak Selasa (5/8/2025), tak jauh dari kawasan aliran sungai. Jalan penghubung antara RT 12, 14, dan 15 pun amblas dan mengalami patahan di beberapa titik
“Rumah warga yang terdampak ringan, seperti bagian terasnya rusak, tercatat ada 13 rumah dan dua pos ronda,” kata Khairul.
Untuk akses jalan di kawasan tersebut saat ini masih bisa dilalui oleh warga, khususnya warga pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Meskipun bisa dilalui, sayangnya kondisinya sudah tidak rata. Di mana permukaan jalan turun-naik akibat pergeseran tanah.
“Tapi yang kami khawatirkan kalau turun hujan. Kemarin saat kami cek, pergeseran tanahnya masih terjadi sekitar 10–15 sentimeter,” sambungnya.
Saat ini Pemerintah Desa telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar), dan lokasi sudah ditinjau langsung oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) melalui Bidang Sumber Daya Air.
Kawasan tersebut memang rentan mengalami pergerakan tanah setiap tahun. Bahkan sebelumnya sudah dibangun turap di pinggir sungai, namun kembali amblas.
“Yang ngikut amblas di RT 12 yang merupakan jalan Dinas PU. Amblas hampir setengah meter dari badan jalan,” jelasnya.
Meski situasinya cukup mengkhawatirkan, hingga kini belum ada warga yang mengungsi.
“Karena sementara baru jalan yang amblas,” pungkasnya. (Asu/ ADV Diskominfo Kukar)



