13 Kelompok Tani di Kelurahan Maluhu Dapat Bantuan Pertanian

Tanaman hidroponik milik salah satu kelompok tani di kelurahan Maluhu di tengok Bupati Kukar. (Foto: Asu/redaksi)

KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian di tingkat kelurahan. Di Kelurahan Maluhu, perhatian itu terasa nyata lewat berbagai bentuk bantuan yang menyasar langsung kelompok tani di wilayah tersebut.

Sedikitnya 13 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Maluhu menerima bantuan pertanian berupa benih padi, pupuk, serta peralatan pendukung. Bantuan itu tidak hanya bersifat seremonial, melainkan benar-benar dimanfaatkan untuk menyambut musim tanam yang sudah di depan mata.

Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian pemerintah daerah yang selama ini tak putus-putusnya mengalir. Menurutnya, perhatian semacam ini merupakan bukti bahwa sektor pertanian masih menjadi prioritas dalam pembangunan Kukar secara menyeluruh.

“Alhamdulillah, perhatian Pemkab Kukar terhadap petani di wilayah kami sangat terasa. Bantuan seperti ini bukan hanya membantu petani secara teknis, tapi juga meningkatkan semangat mereka untuk bertani lebih serius,” ujar Joko, saat ditemui Jumat (18/7/2025).

Ia juga menekankan pentingnya kesinambungan dalam pemanfaatan bantuan. Menurutnya, jangan sampai bantuan itu hanya dipakai sekali dan habis begitu saja. Harus ada strategi berkelanjutan agar petani bisa mandiri secara perlahan.

“Yang kami harapkan, bantuan ini tidak berhenti di distribusi awal saja. Harus ada pembinaan agar bisa berkembang, bahkan bisa menambah nilai ekonomi bagi kelompok tani,” ujarnya.

Tri Joko menilai, jika pola seperti ini terus dijaga, maka dalam beberapa tahun ke depan pertanian di Maluhu bisa mencapai swasembada lokal dan menjadi salah satu penyokong pasokan pangan di Kukar, khususnya untuk kebutuhan sayur dan beras.

Program bantuan tersebut juga dianggap sebagai bentuk intervensi positif di tengah naik-turunnya harga pupuk dan kelangkaan alat produksi. Dengan bantuan yang langsung menyentuh kebutuhan petani, maka beban operasional mereka bisa ditekan.

“Petani kita itu sebenarnya punya semangat tinggi. Hanya saja kadang terbentur biaya atau akses terhadap alat produksi. Makanya ketika ada bantuan, mereka sangat antusias,” tambahnya.

Tri Joko menyampaikan bahwa koordinasi antara kelurahan, dinas terkait, dan kelompok tani akan terus dilakukan untuk memantau efektivitas penggunaan bantuan. Ia berharap, Pemkab Kukar terus memberikan perhatian dan ruang bagi sektor pertanian rakyat agar makin mandiri dan tangguh menghadapi tantangan ke depan.

“Dengan adanya perhatian seperti ini, kami yakin pertanian di Maluhu bisa lebih maju. Dan ini sangat penting dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah,” pungkasnya. (Asu/ADV Diskominfo Kukar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *