SPMB di Samarinda Sisakan 2.300 Kursi Kosong, Darlis Pattalongi: Sekolah Negeri Wajib Berbenah

Darlis Pattalongi Anggota DPRD Kaltim. (Foto: Asu/redaksi)

SAMARINDA- Dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Samarinda tahun ajaran 2025/2026, menyisakan kursi kosong di beberapa sekolah. Berdasarkan catatan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda ada 2.300 kursi di SD Negeri yang belum terisi.

Menanggapi kabar tersebut, Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim Darlis Pattalongi menyayangkan adanya sisa kursi tersebut.

Wakil rakyat dapil Samarinda ini mengatakan bahwa temuan ini menandakan rendahnya peminatan masyarakat terhadap segala negeri.

Rendahnya peminatan masyarakat terhadap sekolah negeri ini tentunya perlu segera dilakukan perbaikan.

“Artinya tingkat kepercayaan publik terhadap sekolah swasta lebih tinggi dibandingkan sekolah negeri,” katanya, Rabu (9/7/2025).

Dengan tersisa nya 2.000 kursi kosong ini. Ke depannya pemerintah harus dapat lebih berupaya meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah negeri.

Menurutnya salah satu faktor penyebab turunnya minat masyarakat dalam menyekolahkan anaknya di sekolah negeri ini karena banyak sekolah swasta di Samarinda yang menawarkan layanan dan kualitas pengajaran yang lebih unggul.

Tantangan ini tentunya menjadi sinyal bagi sekolah negeri untuk melakukan revitalisasi.

Oleh karena itu, Darlis mendesak pihak sekolah dan Disdikbud Kaltim maupun Kota Samarinda untuk dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas tenaga pengajar, sarana prasarana dan pendekatan kurikulum agar menarik kembali kepercayaan orang tua.

Darlis khawatir jika tren kekosongan bangku ini terus berlanjut maka akan menyebabkan ketimpangan yang nantinya dapat berdampak terhadap penutupan sekolah negeri di Samarinda.

“Kalau terus menurun bisa jadi ada sekolah yang ditutup. Ini jangan sampai terjadi, maka saya minta sekolah negeri berbenah,” pungkasnya. (Asu/ADV*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *