SAMARINDA- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)) Kaltim meminta kepada anak muda Kaltim untuk dapat meningkatkan sumbedaya manusianya yakni skill dan kemampuan diri untuk menghadapi perpindahan masyarakat dari pulau jawa ke Ibu Kota Nusantara (IKN), sehingga tidak hanya sekedar menjadi penonton belaka.
Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Abdul Giaz mengingatkan pentingnya peran generasi di daerah.
Menurutnya, keberadaan IKN merupakan sebuah momen strategis yang akan mengubah banyak aspek kehidupan di daerah ini.
Namun, agar masyarakat lokal terutama pemuda tidak hanya menjadi penonton, dibutuhkan kesiapan yang matang, baik dalam bidang pendidikan, keterampilan, maupun karakter pribadi.
“Harapannya sangat besar terhadap pemuda kita, apalagi ini sudah berhubungan dengan masa depan. Kita sudah punya program dari Pak Gubernur seperti pendidikan gratis di Politeknik Negeri dan berbagai program pengembangan SDM lainnya. Sekarang tinggal bagaimana anak-anak muda kita bisa memanfaatkan peluang ini sebaik-baiknya,” katanya, Kamis (22/5/2025)
Lebih lanjut, Giaz menegaskan kehadiran IKN di Kaltim adalah peluang emas yang belum tentu datang dua kali. Oleh sebab itu, pemuda Samarinda harus mulai meningkatkan daya saing agar tidak tertinggal dalam persaingan dengan talenta dari berbagai daerah, khususnya dari Pulau Jawa, yang dikenal memiliki akses dan kualitas pendidikan lebih maju.
“Saya ingin anak-anak kita di Samarinda pintar, kompeten, dan mampu bersaing dengan pemuda-pemuda dari Jawa. Jangan sampai nanti, ketika IKN sudah berkembang pesat, kita hanya jadi penonton di rumah sendiri,” tegasnya.
Selain itu, Giaz juga menyoroti ancaman nyata yang dapat merusak masa depan generasi muda, yakni pengaruh negatif yang marak di masyarakat. Judi online, penyalahgunaan narkoba, dan kebiasaan mabuk-mabukan disebutnya sebagai tantangan serius yang harus dihadapi bersama.
“Saya sangat prihatin dengan maraknya judi online, narkoba, dan perilaku mabuk-mabukan di kalangan remaja. Ini harus dihentikan. Anak muda harus diarahkan ke hal-hal yang positif, ke pendidikan, keterampilan, dan kegiatan yang membangun masa depan,” pesannya.
Menurut persaingan akan semakin ketat kedepannya. Di mana pembangunan IKN akan menarik jutaan pendatang dari seluruh penjuru Indonesia dan bahkan dunia. Kota-kota di Kaltim, termasuk Samarinda, akan menjadi magnet baru bagi investor, profesional, dan tenaga kerja dari berbagai sektor.
“Kita akan menghadapi arus masuk jutaan orang ke Kaltim. Para pendatang tentu akan membawa kompetensi yang tinggi. Jika pemuda lokal tidak mempersiapkan diri sejak sekarang, bukan tidak mungkin kita akan tergilas oleh persaingan itu. Jangan sampai kita kalah di tanah sendiri,” tegasnya.
Terakhir, Giaz berhaeap dengan perhatian yang semakin besar dari pemerintah terhadap sektor pendidikan dan pengembangan SDM, generasi muda Samarinda bisa tampil di garda depan pembangunan. Mereka harus menjadi tuan rumah yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing, bukan sekadar penonton atau pengisi lapis bawah dalam struktur sosial ekonomi baru yang akan terbentuk.
“Saya optimis, kalau kita semua bersinergi pemerintah, DPRD, dunia pendidikan, orang tua, dan tentu saja para pemuda kita bisa mencetak generasi unggul di Kaltim. IKN adalah peluang emas, dan saya yakin pemuda Samarinda bisa mengambil peran penting di dalamnya,” pungkasnya. (Asu/ADV*)



