KUTAI KARTANEGARA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memaksimalkan program unggulan pemerintah daerah, yakni Dokter ke Desa, untuk meningkatkan akses layanan kesehatan dasar di wilayah pelosok. Program ini diprioritaskan untuk pemeriksaan ibu hamil, sebagai langkah pencegahan dini terhadap risiko kehamilan.
Plt Kepala Dinkes Kukar, Kusnandar, menegaskan bahwa keterlibatan dokter spesialis kandungan dan kebidanan menjadi kunci dalam program ini. Para dokter ditugaskan langsung ke puskesmas-puskesmas desa untuk memberikan layanan yang biasanya hanya tersedia di rumah sakit besar.
“Untuk pelayanan ibu hamil, kami melibatkan dokter spesialis kandungan dan kebidanan. Mereka membantu memeriksa kondisi ibu hamil dan mendeteksi sejak dini apakah kehamilannya bermasalah atau tidak,” kata Kusnandar, Selasa (15/4/2025).
Menurutnya, deteksi dini sangat penting karena banyak kasus komplikasi kehamilan yang baru diketahui ketika sudah dalam tahap berat. Dengan hadirnya dokter spesialis di desa, risiko tersebut bisa ditekan sehingga keselamatan ibu dan bayi lebih terjamin.
Program ini sekaligus menjadi jawaban atas keterbatasan akses masyarakat desa terhadap layanan medis lanjutan. Selama ini, jarak dan biaya transportasi kerap menjadi hambatan bagi ibu hamil untuk rutin melakukan pemeriksaan ke rumah sakit.
Kusnandar menambahkan, pihaknya ingin menghadirkan layanan kesehatan yang adil dan merata di seluruh kecamatan. “Masyarakat desa juga berhak mendapat pelayanan medis yang berkualitas. Kami berupaya agar program ini benar-benar dirasakan manfaatnya,” imbuhnya.
Selain pemeriksaan kehamilan, para dokter juga memberikan edukasi terkait gizi ibu hamil, pola hidup sehat, hingga persiapan menjelang persalinan. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan sekaligus kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan reproduksi.
Dinkes Kukar memastikan bahwa program Dokter ke Desa akan terus berlanjut dan diperluas cakupannya. Tidak hanya sebagai program jangka pendek, melainkan strategi jangka panjang dalam memperkuat layanan kesehatan masyarakat.
“Ini bagian dari komitmen pemerintah daerah agar seluruh warga, termasuk yang tinggal di pelosok, tidak lagi merasa kesulitan untuk mendapatkan layanan medis yang memadai,” pungkas Kusnandar. (Asu/ADV Diskominfo Kukar)



