Koperasi Loa Raya Kukar Wujudkan Kemandirian Perekonomian

Martin, Kades Loa Raya. (Foto: Asu/redaksi)

KUTAI KARTANEGARA – Bukan sekadar tempat belanja, koperasi di Desa Loa Raya kini menjelma menjadi tulang punggung ekonomi lokal. Dua unit koperasi yang sudah aktif, gerai sembako dan agen LPG telah membantu warga mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, tanpa perlu pergi jauh ke kota.

Martin, Kepala Desa Loa Raya, menyebut koperasi sebagai fondasi penting untuk membangun ekonomi warga yang lebih mandiri. Ia mengatakan, gerai sembako dan LPG dipilih karena paling dibutuhkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin warga bisa akses sembako langsung di desa. Selain murah, juga lebih mudah,” tuturnya saat ditemui, Rabu (16/7/2025).

Langkah ini tak hanya memotong jarak dan biaya, tapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang berputar di desa sendiri. Dengan koperasi sebagai pengelola, desa punya kendali atas harga dan distribusi barang.

Pemerintah desa sadar bahwa kemandirian ekonomi tidak bisa dibangun dalam semalam. Maka, Loa Raya memulai dari kebutuhan dasar, lalu merencanakan pengembangan bertahap sesuai kapasitas koperasi.

“Yang penting kita mulai dulu dari yang paling dasar. Nanti baru kita kembangkan pelan-pelan,” tambah Martin.

Saat ini koperasi juga mulai dilibatkan dalam pengelolaan potensi lokal seperti hasil pertanian. Harapannya, koperasi bukan hanya tempat jual beli, tapi juga unit bisnis produktif yang mampu menyerap tenaga kerja dan menciptakan nilai tambah dari kekayaan desa.

Pemerintah desa menyadari, perubahan tidak bisa dipaksakan dari luar. Oleh karena itu, keterlibatan aktif warga menjadi kunci. Dukungan moral dan modal sosial dari masyarakat diyakini mampu membuat koperasi bertahan dan berkembang.

Sebagai langkah awal, pemerintah desa terus mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan koperasi melalui edukasi, pelatihan, dan pelibatan dalam kegiatan lomba seperti Koperasi Merah Putih.

Dengan komitmen ini, Loa Raya ingin menunjukkan bahwa koperasi bukan warisan masa lalu, tetapi harapan masa depan bagi ekonomi desa yang lebih adil dan berdaulat. (Asu/ ADV Diskominfo Kukar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *