KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kecamatan Kembang Janggut terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, sejalan dengan program Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) yang menargetkan pelayanan puskesmas selama 24 jam. Namun, pelaksanaan di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala, terutama pada aspek sumber daya manusia dan fasilitas penunjang.
Plt Camat Kembang Janggut, Suhartono, menyebut Puskesmas Kembang Janggut sebenarnya telah berstatus rawat inap dan memberikan pelayanan 24 jam sejak 2012.
Meski demikian, keterbatasan jumlah tenaga medis masih menjadi tantangan utama, terutama dalam menjangkau wilayah kecamatan yang cukup luas.
“Untuk pemeriksaan laboratorium dan penegakan diagnosis, masih banyak yang terbatas karena alatnya tidak lengkap,” ujarnya. Rabu (16/7/2025).
Selain kekurangan dokter dan tenaga laboratorium, peralatan kesehatan juga dinilai belum memadai. Beberapa alat laboratorium dan fasilitas pendukung pemeriksaan belum tersedia sepenuhnya, sehingga pelayanan belum dapat dilakukan secara maksimal.
Kendati demikian, pelayanan kesehatan dasar di tingkat desa tetap berjalan melalui posyandu. Setiap desa di Kembang Janggut rata-rata memiliki sedikitnya satu posyandu aktif, bahkan beberapa desa memiliki hingga empat posyandu tergantung kondisi geografis dan jarak antarwilayah.
Menurut Suhartono, seluruh posyandu di wilayahnya saat ini tengah dalam proses standarisasi. Upaya ini bertujuan memastikan mutu pelayanan dasar masyarakat semakin baik dan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah daerah.
“Pendampingan dari Pemkab Kukar sangat kami harapkan agar fasilitas dan pelayanan di posyandu bisa sesuai standar,” katanya.
Ia menegaskan, sektor kesehatan dan layanan dasar menjadi bagian penting dari prioritas pembangunan kecamatan pada tahun 2026. (Sam/ADV Diskominfo Kukar)



