Aplikasi SIMATA Pejuang Angkat Potensi Wisata Sejarah Sangasanga

Camat Sangasanga, Dachri. (Foto: Asu/redaksi)

KUTAI KARTANEGARA- Kecamatan Sangasanga Kutai Kartanegara (Kukar) memiliki Sistem Layanan Informasi Mandiri Wisata kota Juang (SIMATA Pejuang). Aplikasi ini menjadi salah satu program inovasi strategis yang hadir untuk mendorong kemajuan wisata di Kota Juang Sangasanga.

Camat Sangasanga Dachri mengatakan bahwa, SIMATA Pejuang adalah sistem informasi berbasis kode batang yang dikembangkan oleh Kecamatan Sangasanga.

Sistem ini bertujuan untuk memudahkan pengunjung dalam mendapatkan informasi sejarah yang akurat dan lengkap tentang monumen-monumen bersejarah di Sangasanga.

“Melalui sistem ini memudahkan pengunjung untuk mendapatkan ketika mengunjungi monumen bersejarah tersebut,” katanya Kamis (1/03/2025)

Dachri juga menjelaskan bahwa ide ini muncul dari hasil pelatihan kepemimpinan yang diikuti oleh salah satu stafnya.

“Jadi SIMATA Pejuang ini merupakan sistem informasi menggunakan barcode yang ada di setiap monumen, jadi masyarakat ingin mengetahui tentang sejarah situs itu bisa langsung di-scan barcode ada penjelasannya,” ujarnya.

Untuk meningkatkan potensi wisata di kota Juang Sangasanga. Kecamatan Sangasanga terus melakukan koordinasi dengan Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara terkait pengembangan wisata tersebut.

“Kami juga meminta untuk semua monumen bisa dikasih barcode jadi masyarakat yang berkunjung ke kota Juang tersebut bisa mengakses melalui barcode situs tersebut,” ungkapnya.

Menurut Dachri, saat ini layanan sistem informasi SIMATA Juang tersebut baru digunakan di lima situs bersejarah pada monumen tersebut. Kedepannya barcode SIMATA Juang ini diharapakan dapat dilakukan ke semua monumen yang ada.

Selain penerapan SIMATA Pejuang, Kecamatan Sangasanga juga terus berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara untuk mengembangkan potensi wisata Kota Juang.

“Untuk pengembangan wisata kota Juang Sangasanga, tentu harus disiapkan secara matang. Jangan sampai ketika pengunjung datang ke sini malah kecewa,” katanya.

Terakhir, Dachri berharap bahwa dengan adanya inovasi ini, Kota Juang Sangasanga dapat menjadi destinasi wisata sejarah pilihan yang lebih menarik dan edukatif bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.

“Harapannya dengan adanya inovasi SIMATA Juang dan pengembangan kedepannya. Harapannya kota Juang ini dapat menarik pengunjung wisatawan dari luar untuk berkunjung ke sini,” pungkasnya. (Asu/ADV Diskominfo Kukar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *