SAMARINDA- Fraksi PAN–NasDem mengaresiasi atas capaian realisasi APBD tahun 2024 mencapai Rp22,8 triliun atau 104,7 persen dari target sebesar Rp21,22 triliun, atau mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.
Dalam Rapat Paripurna ke-19, Juru Bicara Fraksi PAN–NasDem Abdul Giaz mengatakan bahaa meskilun realisasi APBD 2024 meningkat. Namun fraksi PAN–NasDem memberikan catatan terkait pengelolaan kekayaan daerah dan pendapatan transfer yang realisasinya belum maksimal.
Fraksi PAN – NasDem melihat realisasi pendapatan daerah dari BUMD belum sebanding dengan penyertaan modal pemerintah. Penyertaan modal di BUMD di Kaltim ini cukup signifikan, tetapi PAD dari BUMD tidak melampaui target.
”Ini artinya kinerja BUMD di Kaltim belum mencerminkan efektivitas dari dana yang disuntikkan. Mohon hal ini dijelaskan secara rinci,” katanya, Selasa (17/6/2025)
Lebih lanjut, Giaz menyoroti pendapatan transfer berupa insentif fiskal dari pusat yang ditargetkan sebesar Rp21,50 miliar, namun hanya terealisasi Rp2,66 miliar atau 12,40 persen dari target.
Kemudian terkait belanja daerah, Fraksi PAN – NasDem menyebutkan bahwa dari target belanja sebesar Rp22,9 triliun, hanya terealisasi sebesar Rp20,46 triliun atau 92,19 persen, cukup banyak anggaran yang tidak terserap.
“Pemerintah daerah perlu melakukan optimalisasi belanja, terutama yang menyentuh langsung masyarakat,” ucapnya.
Kemudian untik Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) tahun 2024 yang mencapai Rp2,597 triliun, Fraksi PAN – NasDem mempertanyakan mengapa jauh lebih besar dibandingkan Silpa tahun 2023 yang hanya sebesar Rp976,5 miliar.
“Mengapa Silpa bisa sebesar ini? Kami mendorong agar Silpa ini digunakan secara maksimal untuk pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan di Kaltim,” katanya.
Terakhir, Fraksi PAN–NasDem menegaskan pentingnya efisiensi dan efektivitas dalam belanja daerah agar dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Kaltim.
“Kami berharap Pemprov Kaltim terus memperkuat tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (Asu/ADV*)



