La Ode Nasir Tegaskan Revitalisasi Pasar Klandasan Jangan Rugikan Pedagang

Suasana Pasar Klandasan Balikpapan. (Foto: Istimewa)

BALIKPAPAN- Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur, La Ode Nasir daerah pemilih (Dapil) Balikpapan menyoroti upaya Pemerintah Kota Balikpapan dalam melakukan revitalisasi Pasar Klandasan agar lebih representatif, ia mengingatkan revitalisasi ini diharapkan tidak menjadi dalih untuk menggusur pedagang secara sepihak tanpa solusi.

La Ode Nasir menekankan perlunya pendekatan yang mengutamakan kepentingan sosial dalam setiap tahapan pembangunan.

“Revitalisasi jangan sampai jadi alasan menggusur pedagang tanpa solusi,” tegas La Ode di Gedung B DPRD Kaltim, Rabu (28/5).

Politisi PKS ini menyampaikan dukungan terhadap rencana peningkatan fasilitas pasar tersebut. Namun, keberlanjutan usaha para pedagang harus menjadi perhatian utama dalam proses peremajaan.

“Kita harus memikirkan dampak sosialnya. Jangan hanya revitalisasi fisik, tapi para pedagang justru jadi korban,” ucapnya

La Ode Nasir berharap, pengembangan Pasar Klandasan dapat menjadikan lokasi tersebut sebagai pasar unggulan kedua setelah Pasar Pandansari, tanpa menyingkirkan pelaku usaha yang telah lama menggantungkan hidup di sana.

“Harapannya, Pasar Klandasan bisa jadi nomor dua setelah Pandansari. Pedagang harus diberi ruang untuk tumbuh,” ujarnya.

Selain itu, rencana lokasi parkir yang dinilai terlalu jauh dari area pasar. Menurutnya hal tersebut akan menyulitkan pengunjung serta berpotensi menurunkan omzet pedagang.

“Saya kurang sependapat kalau parkir terlalu jauh. Itu akan jadi keluhan masyarakat dan bisa berdampak pada omzet pedagang,” tambahnya.

La Ode meminta agar Pemerintah Kota Balikpapan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh rencana teknis dalam proyek revitalisasi. DPRD Kaltim berkomitmen akan terus mengawal proses pembangunan agar tidak menimbulkan permasalahan baru di tengah masyarakat, khususnya bagi komunitas pedagang.

“Kita semua ingin pasar ini lebih baik, tapi juga tidak boleh mengorbankan mereka yang selama ini hidup dari tempat itu,” pungkasnya. (Asu/ADV*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *