Reformasi Kurikulum Perlu Perombakan, Tingkatkan Moral Pelajar

Darlis Pattalongi Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim. (Foto:Asu/redaksi)

SAMARINDA- Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Timur, Darlis Pattalongi, mendesak dilakukannya perombakan sistem pendidikan nasional, menyusul maraknya perilaku menyimpang di kalangan pelajar. Pernyataan tersebut disampaikan merespons fenomena viral grup Facebook “Fantasi Sedarah” yang dinilai sebagai alarm keras atas krisis moral generasi muda.

“Kita terlalu fokus pada capaian akademik. Padahal pembentukan karakter jauh lebih penting sebagai fondasi,” kata Darlis dalam keterangan tertulis di Samarinda, Selasa (27/5).

Menurutnya, sistem pendidikan saat ini belum mampu menjawab tantangan zaman, terutama dalam menyikapi pesatnya laju teknologi dan arus informasi yang dapat memengaruhi perilaku generasi muda.

“Kepandaian saja tidak cukup kalau akhlak pelajar kita terabaikan. Tanpa karakter, kepintaran bisa berujung pada penyimpangan,” tegasnys

Politisi NasDem itu menilai perlunya perubahan mendasar dalam pendekatan kurikulum pendidikan nasional. Penanaman nilai moral, etika, dan tanggung jawab sosial harus mendapat porsi lebih besar dibanding hanya mengejar angka akademik.

“Kalau tidak segera diubah, maka generasi kita akan tergerus oleh arus digital tanpa kendali. Reformasi kurikulum ini harus menjadi prioritas nasional,” ujarnya.

Meskipun peningkatan teknologi berkontribusi pada berkembangnya perilaku negatif, Darlis menegaskan bahwa bukan teknologi yang harus dibatasi, melainkan cara pendidikan mengarahkan generasi muda dalam menghadapinya.

“Teknologi tidak bisa dicegah. Yang bisa kita lakukan adalah mengatur bagaimana generasi muda kita beradaptasi dengan kemajuan itu lewat pendidikan karakter,” imbuhnya.

Selain itu, Darlis mendorong Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk segera menyikulum nasional agar mampu menyeimbangkan antara kecerdasan akademik dan kualitas moral siswa.

“Pendidikan kita tidak boleh hanya menghasilkan manusia pintar, tetapi juga manusia yang baik dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Terakhir, Darlis menegaskan pembentukan karakter tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada keluarga atau lingkungan. Ia menegaskan bahwa institusi pendidikan harus memainkan peran aktif dan strategis dalam pembangunan generasi muda yang berintegritas.

“Sekolah harus jadi garda terdepan dalam membentuk pribadi yang sehat secara moral, bukan hanya tempat mengejar prestasi akademik,” pungkasnya. (Asu/ADV*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *