Banjir Jadi Ancaman Serius Swasembada Pangan di Kaltim

Sarkowi V Zahry anggota DPRD Kaltim. (Foto: Asu/redaksi)

SAMARINDA- Dalam upaya mencapai target swasembada di Kalimantan Timur (Kaltim) dalam enam bulan kedepan, permasalahan banjir saat hujan dengan intensitas tinggi masih menjadi tantangan utama.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry, menyampaikan bahwa bencana banjir yang terjadi belakangan ini telah mengganggu aktivitas pertanian, khususnya proses tanam dan panen, sehingga perlu dilakukan evaluasi terhadap perencanaan swasembada pangan.

“Target enam bulan itu sudah jadi kesepakatan dengan Menteri Pertanian, jadi harus diupayakan. Tapi kalau di lapangan ada kendala seperti banjir dan itu mengganggu aktivitas, ya tentu perlu kita evaluasi lagi,” kata Sarkowi di Samarinda, Rabu (28/5).

Menurut Sarkowi, tingginya curah hujan yang terjadi akhir-akhir ini telah menimbulkan genangan air dan banjir di sejumlah lahan pertanian di Kaltim. Ia menekankan perlunya strategi mitigasi yang komprehensif untuk mencegah terjadinya kegagalan produksi akibat bencana alam.

Oleh karena itu, tanggung jawab pencapaian target swasembada tidak sepenuhnya dapat dibebankan kepada Pemerintah Provinsi Kaltim. Di mana diperlukan kolaborasi bersama kabupaten/kota untuk mewujudkan target Kementerian Pertanian tersebut.

“Target ini adalah target Kalimantan Timur. Jadi, harus didistribusikan ke kabupaten/kota. Kutai Kartanegara berapa, Penajam berapa, Paser berapa, Samarinda berapa. Itu harus dirinci,” ujarnya.

Politisi Partai Golkar itu juga mengingatkan pentingnya sinergi anggaran antara APBN, APBD Provinsi, dan APBD Kabupaten/Kota agar pelaksanaan program swasembada pangan dapat berjalan optimal dan berkesinambungan.

“Kalau semuanya mengandalkan Kalimantan Timur saja, berat. Ini kan juga bagian dari kinerja Kementerian Pertanian. Maka harus ada sinergitas soal anggaran. APBN, APBD provinsi, dan kabupaten/kota harus berjalan bersama,” tegasnya.

Sarkowi menambahkan bahwa kolaborasi antar lembaga dan lintas sektor tidak hanya penting dalam pendanaan, namun juga menyangkut aspek teknis seperti distribusi logistik, penyuluhan, dan pengawasan pelaksanaan program.

“Dengan kolaborasi anggaran, pengawasan yang tepat, kontrol yang tepat, dan tahapan yang jelas, saya yakin target ini bisa tercapai” pungkasnya. (Asu/ADV*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *