Samsun Desak DLH dan Pertamina Tanggung Jawab Atas Krisis Air di Sangasanga

Muhammad Samsun politik partai Perjuangan Demokrasi Indonesia. (Foto: Istimewa)

SAMARINDA – Krisis air bersih yang terjadi di Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara, pasca semburan lumpur dan gas dari sumur LSE-1176 milik Pertamina EP, menuai reaksi keras dari DPRD Kaltim. Muhammad Samsun, anggota Komisi III, menuntut Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Pertamina segera mengambil langkah nyata.

“Warga kehilangan akses air bersih, ini darurat. Pemerintah dan Pertamina jangan lambat,” tegas Samsun, Senin (23/6/2025).

Samsun mengkritik pola penanganan lingkungan yang cenderung reaktif dan tidak siap. Ia menilai kejadian ini bukan kali pertama, namun penanganan tetap minim antisipasi dan transparansi.

Menurutnya, DLH harus turun langsung melakukan audit terbuka. Jika terbukti ada kelalaian, Pertamina wajib bertanggung jawab penuh atas penyediaan air bersih dan pemulihan lingkungan.

“BUMN juga harus tunduk pada hukum. Jangan biarkan masyarakat menderita karena kelalaian industri migas,” tegas politisi PDIP itu.

Ia mendesak adanya prosedur tetap tanggap darurat lingkungan, agar setiap insiden langsung ditangani tanpa menunggu viral atau tekanan publik.

“Ini bukan sekadar pelayanan, tapi soal keselamatan warga,” pungkasnya. (Sam/ADV*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *