SAMARINDA – Fraksi PKS DPRD Kaltim mengingatkan pemerintah provinsi agar tak euforia dengan capaian pendapatan Rp22,08 triliun pada 2024. Juru Bicara Fraksi PKS, Subandi, menegaskan bahwa ketergantungan pada batu bara dan migas menyimpan risiko besar bagi masa depan fiskal daerah.
“Ekonomi yang kuat tidak dibangun dari sektor tak terbarukan. Kita harus hentikan pola bergantung pada tambang,” tegasnya dalam Rapat Paripurna, Selasa (17/6/2025).
PKS mendorong percepatan diversifikasi ekonomi melalui sektor pertanian modern, UMKM, pariwisata, dan ekonomi digital. Fluktuasi harga komoditas disebut sebagai ancaman nyata yang dapat mengguncang APBD kapan saja.
Selain itu, PKS menyoroti potensi PAD yang belum tergarap, terutama dari aset daerah dan sistem pungutan yang belum efisien. Mereka mendorong reformasi manajemen aset dan digitalisasi pemungutan untuk mengoptimalkan pendapatan tanpa merusak lingkungan atau membebani rakyat.
“Pendapatan besar bukan tujuan akhir. Yang utama adalah kemandirian dan masa depan ekonomi Kaltim,” pungkas Subandi. (Sam/ADV*)



