Raih Penghargaan Nasional, Desa Loa Duri Ilir Kukar Jadi Contoh Ketahanan Pangan Terpadu

Berbincang, Bupati Kukar Aulia Rahman Basrie bersama Kades Loa Duri Ilir di kandang sapi binaan Desa. (Foto: Asu/Redaksi)

KUTAI KARTANEGARA — Sebuah langkah kecil dari desa bisa berdampak besar bagi ketahanan pangan nasional. Hal ini ditunjukkan oleh Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, yang berhasil mengharumkan nama Kutai Kartanegara (Kukar) di kancah nasional.

Desa ini meraih juara 3 dalam Lomba Desa Tematik kategori Ketahanan Pangan yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) pada tahun 2025. Sebuah pencapaian yang tak hanya membanggakan, tapi juga menunjukkan bahwa kemandirian desa bisa diraih melalui inovasi dan integrasi usaha berbasis lokal.

Sebagai bentuk dukungan dan apresiasi, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri turun langsung ke lapangan untuk meninjau kawasan ketahanan pangan terpadu milik desa tersebut, Senin (4/8/2025). Di sana, ia menyaksikan langsung bagaimana berbagai unit usaha desa dijalankan secara terpadu dan berkelanjutan.

Kawasan terpadu itu mengintegrasikan peternakan ayam petelur, kambing, domba, serta budidaya jagung dan rumput gajah, semuanya berada dalam satu area yang saling terhubung. “Ini sistem yang saling mendukung. Peternakan dan pertanian diintegrasikan, sehingga efisien dan produktif,” ujar Aulia di sela kunjungannya.

Bupati juga menyebut bahwa model usaha desa ini sangat layak dijadikan contoh replikasi untuk desa-desa lainnya di Kukar. Selain mengoptimalkan potensi lokal, pendekatan terpadu seperti ini terbukti memperkuat ekonomi desa secara signifikan.

Dalam diskusinya bersama Kepala Desa, Aulia mengungkapkan kekagumannya terhadap kinerja Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat. Dengan modal awal kurang dari Rp 100 juta, usaha desa itu mampu menghasilkan pendapatan hingga Rp 17 juta per minggu hanya dalam waktu lima bulan.

“Ini bukti bahwa dengan manajemen yang baik dan kolaborasi warga, desa bisa mandiri secara fiskal. Kalau fiskal desa kuat, fiskal kabupaten pun akan ikut menguat,” kata Aulia.

Pemerintah Kabupaten Kukar, lanjutnya, akan terus mendorong inovasi dan pemberdayaan ekonomi berbasis desa sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Ke depan, keberhasilan Desa Loa Duri Ilir diharapkan bisa menginspirasi desa-desa lain untuk memanfaatkan potensi lokal dan mengembangkan model ekonomi yang terintegrasi. Tak hanya soal prestasi, tapi juga ketahanan pangan, kemandirian desa, dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. (Asu/ADV Diskominfo Kukar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *