DKP Kukar Gencarkan Inovasi Gemarikan, Dorong Akses Ikan Segar hingga Edukasi Gizi

Muslik Kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Kukar. (Foto: Asu/redaksi)

KUTAI KARTANEGARA – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menggiatkan inovasi program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Tak hanya sekadar kampanye, Gemarikan kini dikembangkan sebagai gerakan kolaboratif lintas sektor untuk memperluas akses masyarakat terhadap ikan segar sekaligus meningkatkan kesadaran gizi.

Kepala DKP Kukar, Muslik, menjelaskan berbagai langkah kreatif dilakukan agar masyarakat lebih dekat dengan ikan sebagai sumber makanan bergizi. Mulai dari penyuluhan, lomba memasak berbahan dasar ikan, hingga pemberian bantuan ikan segar bagi keluarga kurang mampu.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya tahu manfaat ikan, tapi juga benar-benar mengakses dan mengonsumsinya. Karena itu, Gemarikan kami padukan dengan kegiatan edukasi, hiburan, hingga bantuan pangan,” jelas Muslik, Senin (28/4/2025).

Ia menambahkan, Gemarikan di Kukar tidak dijalankan secara parsial, melainkan diintegrasikan dengan program dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain. Beberapa di antaranya adalah kerja sama dengan Bappeda, Dinas Kesehatan, dan DP3A untuk memperkuat intervensi pencegahan stunting.

“Dengan kolaborasi ini, Gemarikan menjadi lebih efektif. Misalnya, saat kegiatan posyandu atau pemberdayaan perempuan, program ini ikut hadir untuk memperkenalkan menu ikan sehat,” ujarnya.

Selain itu, DKP Kukar menaruh perhatian pada pemerataan distribusi ikan segar. Di sejumlah daerah pedesaan, masyarakat masih kesulitan mengakses ikan dengan harga terjangkau. Hal ini mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat produksi lokal sekaligus memperlancar rantai pasok.

“Distribusi ikan yang merata bukan hanya soal konsumsi, tapi juga mendukung kemandirian pangan dan ekonomi lokal. Kami ingin petani dan nelayan ikan juga merasakan manfaat dari Gemarikan,” terang Muslik.

Upaya ini diharapkan mampu menjadikan konsumsi ikan sebagai kebiasaan sehari-hari masyarakat Kukar. Menurut Muslik, keberlanjutan Gemarikan akan sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dan dukungan berbagai pihak.

“Gemarikan bukan program sesaat, ini harus menjadi gaya hidup. Kalau semua lapisan ikut bergerak, manfaatnya akan lebih besar, baik untuk kesehatan maupun kesejahteraan ekonomi,” pungkasnya. (Asu/ADV Diskominfo Kukar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *