PENAJAM- Kelangkaan dan mahalnya harga pupuk bersubsidi di Penajam Paser Utara (PPU) provinsi Kaltim terus menjadi permasalahan di daerah tersebut. Permasalahan ini dicurigai adanya permainan distribusi oleh oknum tertentu.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Fadly Imawan mengatakan bahwa banyak petani di PPU dan Paser yang mengeluhkan permasalahan pupuk bersubsidi ini.
“Para petani baik sawit maupun petani padi mereka mengeluhkan kelangkaan pupuk,”katanya, Rabu 21 Mei 2025 di Gedung Utama B DPRD Kaltim.
Fadly menduga permasalahan distribusi pupuk ini karena adanya permainan oleh oknum tertentu.
“Saya menduga pupuk bersubsidi ini dijual ke pedagang atau pengepul tertentu lalu di distribusikan keluar daerah, jadi pupuk bersubsidi ini sekarang langka,” jelasnya.
Apabila jika hal tersebut beneran terjadi tentunya ini merugikan untuk orang-orang yang berhak menerima pupuk bersubsidi ini
“Kalau terjadi kelangkaan pupuk menurut saya bukan hal baru lagi, kedepan mungkin kita akan mendorong agar perniagaan atau jual beli pupuk bersubsidi ini bisa dijual kepada para petani yang berhak menerima pupuk bersubsidi tersebut.
Dengan memperhatikan alur tata niaga dan distribusi pupuk ini diharapkan dapat menjadi solusi kelangkaan pupuk tersebut.
“Karena pupuk ini salah satu barang yang dibutuhkan petani kita tetapi sulit di dapatkan di lapangan. Mudahan kita bisa melakukan usulan terkait tata niaga pupuk dan meminimalisir kelangkaan pupuk,” pungkasnya. (Asu/ADV*)



