PEDA XI Kutai Barat: Titik Awal Kemandirian Pangan Kaltim di Tengah Pemindahan IKN

Ekti Imanuel wakil ketua DPRD Kaltim di acara PEDA di Kutai Barat. (Foto: istimewa)

KUTAI BARAT – Ajang Pekan Daerah (PEDA) XI Petani Nelayan 2025 yang digelar di Taman Budaya Sendawar, Kutai Barat, bukan sekadar seremonial tahunan. Bagi Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ekti Imanuel, kegiatan ini mencerminkan kesiapan daerah dalam memperkuat kemandirian pangan, terutama menghadapi tantangan besar seiring pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan.

Dengan kehadiran lebih dari 1.700 peserta dari berbagai daerah, PEDA XI menjadi arena konsolidasi kekuatan petani dan nelayan lokal. Ekti menilai, momen ini harus dilihat sebagai langkah strategis untuk memastikan Kalimantan Timur tak sekadar menjadi penopang IKN, tetapi juga berdaulat secara pangan.

“Kita tak boleh hanya jadi penonton. Ketahanan pangan harus dimulai dari kita sendiri, dari desa-desa, dari petani dan nelayan,” ujar Ekti saat diwawancarai pada Rabu (2/7/2025).

Menurutnya, potensi pangan lokal Kaltim sangat besar, namun masih terkendala pada sistem distribusi, keterbatasan akses terhadap pupuk, benih, hingga belum optimalnya kelembagaan ekonomi seperti koperasi.

Ekti menegaskan bahwa ajang seperti PEDA harus menjadi pemicu pembenahan menyeluruh, bukan hanya rutinitas tahunan.

“Ini bukan soal panen simbolik. Harus ada kelanjutan dalam bentuk kebijakan konkret. DPRD siap mengawal,” tambahnya.

Rangkaian PEDA XI mencakup panen raya, penandatanganan prasasti, hingga diskusi edukatif yang mempertemukan petani dan nelayan dengan para pemangku kepentingan. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi pijakan awal menuju sistem pangan yang mandiri, inovatif, dan berbasis kearifan lokal.

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan wilayah seperti Kutai Barat sebagai pusat pembelajaran (laboratorium) bagi penguatan pangan lokal yang tidak bergantung pada luar daerah.

“Kami ingin masyarakat lokal menjadi aktor utama dalam pembangunan IKN, terutama dari sisi pangan. Ini baru awal. Perjuangan sebenarnya justru dimulai setelah PEDA,” tutupnya. (Sam/ADV*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *