KUTAI KARTANEGARA – Proyek pembangunan Jembatan Sebulu yang telah lama dinantikan masyarakat masih menghadapi kendala teknis di lapangan. Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah, menegaskan bahwa meski sempat terhenti akibat kontraktor pelaksana kekurangan modal, pembangunan jembatan tetap akan dilanjutkan.
“Kami minta warga bersabar. Ini memang jadi perhatian kami, dan karena kontraktornya tidak sanggup melanjutkan, nanti akan diganti,” ujar Edi dalam sambutannya pada peringatan HUT ke-60 Kecamatan Sebulu, Selasa (13/5/2025).
Jembatan Sebulu merupakan salah satu proyek strategis yang masuk dalam RPJMD Kukar 2021–2026. Keberadaannya dinilai vital untuk membuka konektivitas wilayah hulu dan hilir Sungai Mahakam sekaligus memperlancar arus distribusi ekonomi masyarakat.
Menurut Edi, saat ini Pemkab Kukar tengah melakukan kajian ulang proses lelang agar proyek bisa kembali berjalan sesuai rencana.
“Manfaatnya besar, terutama untuk membuka akses ekonomi masyarakat Sebulu. Jadi ini tetap prioritas,” tegasnya.
Camat Sebulu, Eddy Fachrudin, juga membenarkan adanya hambatan di lapangan, khususnya karena masalah permodalan kontraktor. Namun ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam dan terus mengawal agar proyek ini segera dilanjutkan.
“Informasinya memang kontraktor kekurangan modal. Kami dari kecamatan mendorong agar proses ini bisa segera dilanjutkan setelah evaluasi,” ujarnya.
Eddy menambahkan, masyarakat Sebulu menaruh harapan besar pada keberadaan jembatan tersebut karena akan berdampak langsung pada kelancaran logistik, transportasi hasil pertanian, dan aktivitas sehari-hari warga.
Terkait keluhan warga, pihak kecamatan berupaya menjaga komunikasi tetap sehat antara masyarakat dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, khususnya Dinas PU Kukar.
“Warga sempat bertanya-tanya kenapa lama. Kami sampaikan langsung ke dinas terkait agar ada penjelasan resmi. Kalau lewat media sosial kadang simpang siur,” jelas Edy.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menyampaikan aspirasi secara langsung melalui forum desa maupun kecamatan. “Saya terbuka. Kalau ada keluhan, sampaikan saja, nanti kami teruskan ke pihak yang menangani. Yang penting tetap sabar dan percaya bahwa ini sedang kita upayakan bersama,” tandasnya.(Asu/ADV Diskominfo Kukar)



