Puncak Mudik, Ribuan Penumpang Serbu Pelabuhan Samarinda Menuju Parepare

Suasana di terminal keberangkatan Pelabuhan Samarinda. (Foto: Shd/redaksi)

SAMARINDA – Arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Penumpang Samarinda mencapai titik terpadat. Ribuan penumpang memadati terminal pelabuhan Samarinda, pada Minggu (15/3/2026), dengan tujuan utama Parepare, Sulawesi Selatan.

Data dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Samarinda mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang yang berangkat maupun yang tiba di pelabuhan tersebut memasuki lima hari jelang Hari Raya Idulfitri.

Sejak pagi hari, area pelabuhan dipenuhi calon penumpang yang membawa koper, kardus hingga tas besar, menandai tradisi mudik tahunan yang kembali memuncak.

Kepala Seksi Penjagaan, Patroli, dan Penyidikan KSOP Samarinda, Sahrun Azis, menegaskan bahwa puncak arus mudik terjadi pada hari ini.

“Dapat kami sampaikan bahwa kondisi arus mudik tahun 2026 mencapai puncaknya hari ini,” ujarnya.

Tercatat 1.697 penumpang bertolak dari Samarinda menuju Parepare menggunakan kapal KM Prince Soya. Jumlah tersebut menjadi salah satu angka tertinggi selama periode mudik tahun ini di pelabuhan tersebut.

Sementara itu, arus kedatangan juga terus bergerak. Sebanyak 425 penumpang tiba di Pelabuhan Samarinda, terdiri dari 350 penumpang kapal KM Queen Soya serta 75 penumpang kapal Sabuk Nusantara.
Meski puncak kepadatan terjadi hari ini, KSOP memastikan aktivitas pelayaran masih berlanjut. Jadwal keberangkatan kapal dari Samarinda menuju Parepare masih tersedia pada 17 dan 18 Maret 2026, meski jumlah penumpang diperkirakan mulai menurun.

Menurut Capt. Sahrun, kepadatan arus mudik diprediksi akan berangsur terurai pada pertengahan pekan depan seiring pembagian layanan kapal di beberapa pelabuhan sekitar.

“Pada Selasa dan Rabu arus sudah mulai terurai karena bersamaan dengan pelayanan di pelabuhan Bontang dan Balikpapan, sehingga jumlah penumpang sedikit turun,” jelasnya.

Di tengah padatnya arus mudik, kisah para perantau juga mulai terlihat di pelabuhan. Salah satunya Baharuddin (62), warga asal Bone yang memilih kembali ke Samarinda setelah lama tidak pulang.

Ia rela mengeluarkan biaya Rp770 ribu untuk tiket perjalanan laut demi merayakan Lebaran bersama keluarga sekaligus berziarah ke makam kerabat.

“Sudah lama tidak pulang ke Samarinda. Tahun ini sekalian Lebaran di sini dan ziarah ke makam keluarga karena sudah lama tidak ditengok,” tukasnya. (Shd/Sam)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *