BALIKPAPAN – Anggota DPRD Kalimantan Timur dari Fraksi PAN, Sigit Wibowo, kembali menggelar kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) ke-7, Rabu (30/7/2025), di RT 05, Kelurahan Damai, Balikpapan Kota. Dalam forum tersebut, ia menekankan bahwa politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan alat penting untuk memperjuangkan kesejahteraan sosial masyarakat.
Mengusung tema “Keterkaitan antara Politik dan Kesejahteraan Sosial”, kegiatan ini menjadi wadah edukatif bagi puluhan warga, tokoh masyarakat, dan Ketua RT setempat. Diskusi berlangsung hangat bersama dua narasumber, Ruddy Iskandar dan Joko Prasetyo, dengan moderator Imam Sutejo Kurniawan.
Sigit menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari mandat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, serta peraturan turunannya yang mengamanatkan penyelenggaraan pendidikan politik. Ia menyebut demokrasi sebagai sarana memperjuangkan hak-hak rakyat, baik secara politik maupun ekonomi.
“Stabilitas politik sangat berpengaruh terhadap pelayanan publik. Maka, pemahaman demokrasi politik dan ekonomi harus terus ditumbuhkan,” tegasnya. Ia mengajak warga mencontoh sistem welfare state seperti negara-negara Skandinavia, sembari menilai BPJS sebagai langkah awal menuju jaminan sosial yang lebih inklusif di Indonesia.
Lebih lanjut, Sigit menyoroti pentingnya kehadiran negara di sektor strategis agar ekonomi tidak dikuasai oleh segelintir pihak. “Kita bukan negara liberal. Keadilan sosial adalah amanat konstitusi,” katanya.
Sementara itu, Ruddy Iskandar dari Kesbangpol Balikpapan memberikan perspektif politik dari ruang lingkup keseharian. Ia menyebut bahwa memilih ketua RT atau sekolah untuk anak merupakan bagian dari praktik politik domestik.
“Politik adalah alat mencapai tujuan. Jangan sampai rakyat salah memilih pemimpin, apalagi hanya karena iming-iming kampanye,” ujar Ruddy, seraya mengingatkan pentingnya mengawasi janji politik agar tidak berhenti di baliho.
Ia juga mengulas sistem trias politica dalam struktur negara, dan mendorong masyarakat lebih kritis menilai rekam jejak calon pemimpin, terutama terkait program-program yang menyentuh kebutuhan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.
Acara semakin meriah dengan kuis interaktif bertema Pancasila dan Sumpah Pemuda 1928. Di akhir sesi, Sigit membuka forum tanya jawab, memberi kesempatan warga menyampaikan aspirasi terkait layanan publik.
“Saya datang untuk mendengar langsung suara warga. Ini akan kami perjuangkan di DPRD,” tandasnya. (Mat/ADV*)



