KUTAI KARTANEGARA – Dana bantuan RT di Kutai Kartanegara (Kukar) kian menunjukkan manfaat nyata bagi masyarakat. Tak sekadar alokasi rutin tahunan, dana ini telah menjadi amunisi penting dalam menggerakkan kembali semangat gotong royong yang sempat terkikis zaman.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menyebut bahwa hingga pertengahan tahun 2025, sedikitnya Rp11 miliar dari total dana RT telah digunakan khusus untuk kegiatan gotong royong di berbagai desa dan kelurahan.
“Dana ini digunakan untuk membenahi lingkungan sekitar, tempat ibadah, sampai infrastruktur kecil yang dibutuhkan warga. Semuanya berangkat dari partisipasi aktif masyarakat,” ungkap Arianto, Jumat (11/7/2025).
Gotong royong, dalam konteks ini, bukan hanya sebatas kerja bakti. Ia telah berkembang menjadi bentuk kolaborasi masyarakat untuk membangun ruang hidup yang lebih layak dan berdaya. Arianto menjelaskan bahwa kegiatan seperti pengecatan fasilitas umum, perbaikan saluran air, dan pembangunan sederhana sering kali didukung secara swadaya—baik tenaga, konsumsi, maupun perlengkapan.
“Kita melihat kekuatan sosial yang tumbuh dari bawah. Tidak semua program harus besar, tapi kalau terasa manfaatnya, itu jauh lebih penting,” ujarnya.
Program ini mendapat naungan dari Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) yang digelar setiap tahun. Keberadaannya menjadi momentum untuk kembali mengangkat nilai kolektif di tengah rutinitas individual masyarakat urban.
DPMD Kukar pun mendorong agar dana RT terus digunakan secara strategis dan menyentuh kebutuhan nyata warga.
“Bukan hanya soal serapan anggaran, tapi bagaimana kegiatan gotong royong ini memberi dampak yang langsung dirasakan masyarakat,” tegas Arianto. (Asu/ADV Diskominfo Kukar)



