KUTAI KARTANEGARA – Langkah konkret kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) dalam meningkatkan taraf hidup warganya. Kali ini, giliran nelayan di Desa Muara Badak Ilir, Kecamatan Muara Badak, yang menerima bantuan alat tangkap dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar, Selasa (8/7/2025).
Sebanyak 28 kelompok masyarakat menjadi penerima manfaat dalam penyaluran bantuan tersebut. Mereka terdiri atas 11 Kelompok Pengelola dan Pemasar Hasil Perikanan (Poklasar) dan 17 Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan. Seluruhnya tersebar di kawasan pesisir yang selama ini mengandalkan hasil laut sebagai sumber utama penghidupan.
“Setiap kelompok sudah kami data dan disesuaikan kebutuhannya. Bantuan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tapi bentuk dedikasi Pemkab Kukar untuk memperkuat ekonomi pesisir,” ungkap Kepala DKP Kukar, Muslik, usai mendampingi penyerahan bantuan.
Bantuan yang diberikan pun tidak main-main. Di antaranya ada 225 unit freezer untuk penyimpanan hasil tangkapan, 78 perahu untuk mobilitas nelayan, 55 mesin diesel, hingga 33 unit ketinting—alat bantu penggerak perahu yang dibutuhkan nelayan kecil.
Momentum penyaluran bantuan itu juga dimanfaatkan langsung oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, dan Wakil Bupati Rendi Solihin untuk menyapa warga secara langsung. Keduanya turun ke lokasi menjelang sore hari, memastikan proses berjalan lancar dan sesuai peruntukan.
“Program ini bagian dari janji kami dalam mewujudkan Kukar yang lebih berdaya dan mandiri. Apalagi masyarakat pesisir selama ini jadi tulang punggung pangan laut kita,” ujar Aulia di sela kunjungan.
Tak hanya berhenti pada pembagian alat, DKP Kukar juga merancang mekanisme pendampingan untuk kelompok penerima agar penggunaan alat tetap optimal dan berkelanjutan. Sebab, lanjut Muslik, tidak sedikit program sejenis yang gagal karena lemahnya pengawasan dan minimnya edukasi teknis.
“Kami ingin bantuan ini tidak cepat rusak, tidak dibiarkan mangkrak, dan tidak dipindahtangankan. Maka penting untuk ada monitoring jangka panjang,” tegas Muslik.
Bagi warga Muara Badak, bantuan ini bukan hanya sekadar alat kerja. Tapi harapan baru. Harapan agar hasil tangkap tak lagi terbuang karena tak ada tempat penyimpanan, agar perahu tak lagi bocor karena usia yang renta, dan agar produktivitas bisa menjamin pendidikan anak hingga ke jenjang yang lebih tinggi.
Dengan langkah-langkah nyata seperti ini, Pemkab Kukar ingin membuktikan bahwa program pembangunan tak melulu soal jalan dan gedung. Tapi juga soal perahu dan freezer, yang menyambung hidup ribuan keluarga di tepian laut. (Asu/ADV Diskominfo Kukar)



