Antrean BBM Mengular, Kaltim Butuh Kompetitor Baru

Antrean panjang kendaraan di SPBU. (Foto: Istimewa)

SAMARINDA-Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur, La Ode Nasir menyuarakan kritik tajam terhadap kebijakan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Balikpapan. Di mana persoalan antrean panjang dan terbatasnya layanan SPBU di nilai belum mengakomodir kebutuhan masyarakat.

“Warga harus antre panjang, bahkan malam hari pun tak semua SPBU buka. Ini bukan hanya soal distribusi, tapi juga soal kebijakan yang tak akomodatif,” katanya, Senin (26/5).

Dominasi Pertamina dalam sektor distribusi BBM menyebabkan pelayanan publik menjadi stagnan dan kurang kompetitif. La Ode Nasir menilai, sudah saatnya pemerintah membuka ruang bagi perusahaan energi lain untuk bersaing secara sehat.

“Kita perlu kompetitor agar pelayanan tidak stagnan. Persaingan itu sehat dan berpihak pada konsumen,” ucapnya

La Ode juga menyoroti minimnya SPBU yang beroperasi selama 24 jam di kota minyak itu. Kondisi ini membuat masyarakat harus rela antre atau bahkan gagal mendapatkan BBM di malam hari.

“Kalau SPBU 24 jam bisa diperbanyak, masyarakat tidak perlu berebut atau antre panjang hanya untuk dapat BBM,” tambahnya.

Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat proses perizinan pendirian SPBU baru serta menciptakan regulasi yang mendorong investasi di sektor energi ritel. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mengatasi hambatan distribusi dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan BBM yang memadai.

“Ini soal hak masyarakat. Kita tidak bisa biarkan antrean panjang jadi pemandangan biasa. Balikpapan bisa jadi kota percontohan jika kita mau terbuka dan kompetitif,” pungkasnya. (Asu/ADV*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *